ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gunung Merapi Siaga Level 3! Lava Gugur 15 Kali Pagi Ini, Waspada APG

Jumat, 2 Mei 2025 | 10:12 WIB
JL
DM
Penulis: Joko Laksono | Editor: DM
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Jumat, 2 Mei 2025 pagi, tercatat sebanyak 15 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak Merapi, mengarah ke barat daya melalui Kali Sat, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Jumat, 2 Mei 2025 pagi, tercatat sebanyak 15 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak Merapi, mengarah ke barat daya melalui Kali Sat, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. (Beritasatu.com/Joko Laksono)

Klaten, Beritasatu.com - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Jumat (2/5/2025) pagi, tercatat sebanyak 15 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak Merapi, mengarah ke barat daya melalui Kali Sat, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.

Jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter. Dengan intensitas guguran yang tinggi, status aktivitas Gunung Merapi kini berada pada Level 3 atau Siaga.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar mewaspadai potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas (APG).

ADVERTISEMENT

Wilayah yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi:
1. Selatan-barat daya: Sungai Boyong (maksimal 5 kilometer/km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
2. Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km)
3. Radius 3 km dari puncak berisiko terkena lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif.

Menurut petugas BPPTKG Yulianto, aktivitas ini dipicu oleh suplai magma yang masih terus berlangsung. "Masyarakat diminta tidak beraktivitas di zona potensi bahaya dan mewaspadai awan panas guguran serta lahar, terutama saat hujan," ujarnya.

Data sebelumnya menunjukkan pada Kamis (1/5/2025), Gunung Merapi mengalami 49 kali guguran lava dengan jarak luncur mencapai 1.800 meter ke arah barat daya.

BPPTKG juga mengimbau warga untuk mengantisipasi dampak gangguan abu vulkanik, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti pernapasan, transportasi, dan pertanian.

Pemerintah daerah bersama petugas kebencanaan diminta terus memantau perkembangan Gunung Merapi. Selain itu, menyampaikan informasi resmi secara berkala agar warga tetap siaga, tetapi tidak panik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Vanda Tricolor, Anggrek Merapi yang Selamat dari Erupsi 2010

Vanda Tricolor, Anggrek Merapi yang Selamat dari Erupsi 2010

NUSANTARA
Kesiapsiagaan Kebencanaan Gunung Merapi

Kesiapsiagaan Kebencanaan Gunung Merapi

MULTIMEDIA
Gunung Merapi Erupsi Berulang, Warga Lereng Cangkringan Tetap Siaga

Gunung Merapi Erupsi Berulang, Warga Lereng Cangkringan Tetap Siaga

NUSANTARA
Gunung Merapi Berstatus Siaga, Petani di Boyolali Tak Gentar

Gunung Merapi Berstatus Siaga, Petani di Boyolali Tak Gentar

NUSANTARA
Gunung Merapi Muntahkan 13 Kali Guguran Lava Hari Ini

Gunung Merapi Muntahkan 13 Kali Guguran Lava Hari Ini

JAWA TENGAH
Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas  2 Km, Status Siaga

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas 2 Km, Status Siaga

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon