ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tak Direspons Pemerintah, Warga Temanggung Perbaiki Jalan Rusak

Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:36 WIB
PS
BW
Penulis: Priyo Budi Santoso | Editor: BW
Warga Temanggung, Jawa Tengah, memperbaiki jalan rusak sepanjang 4 km secara swadaya karena pemerintah tak kunjung turun tangan, Kamis 21 Agustus 2025.
Warga Temanggung, Jawa Tengah, memperbaiki jalan rusak sepanjang 4 km secara swadaya karena pemerintah tak kunjung turun tangan, Kamis 21 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)

Temanggung, Beritasatu.com – Sejumlah warga bersama sopir angkutan barang di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, secara swadaya memperbaiki jalan alternatif antar kabupaten yang rusak parah. Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus protes kepada pemerintah yang dinilai lamban menangani kerusakan jalan.

Kondisi jalan berlubang dan bergelombang membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama sopir pengangkut hasil bumi. Selain itu, jalan rusak sepanjang sekitar 4 kilometer tersebut juga membahayakan keselamatan pengendara.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat warga dan sopir angkutan barang bergotong royong memperbaiki jalan alternatif Temanggung–Semarang, tepatnya di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan.

ADVERTISEMENT

Dengan peralatan seadanya, mereka menambal ratusan lubang menggunakan batu split, pasir, dan semen. Meski tidak permanen, langkah itu setidaknya mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Hadi Safi’i, warga Tlogopucang, mengungkapkan kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2021. Bahkan, sejak pembangunan awal pada 2005, belum ada perbaikan berarti dari pemerintah.

“Kalau untuk jalan dari Rowoseneng hingga Tlogopucang memang rusak parah. Yang kami benahi baru tanjakan Tlogopucang, sementara di Dusun Wonosari sudah diperbaiki secara swadaya karena aspalnya mengelupas. Banyak pengguna jalan dari luar desa terjatuh saat melintas,” kata Hadi, Kamis (21/8/2025).

Menurut Hadi, dana perbaikan berasal dari iuran warga, sopir, dan pengguna jalan. Gotong royong dilakukan demi keselamatan bersama. “Ini benar-benar swadaya, tidak ada anggaran pemerintah. Lubang jalan bisa merusak kendaraan, terutama bagian shockbreaker dan laher, apalagi di jalur menanjak,” ujarnya.

Seorang pengguna jalan, Amin Wastoni, mengatakan, kondisi jalan sangat membahayakan. Ia bahkan pernah terjatuh karena lubang tertutup air hujan. “Kalau berpapasan dengan kendaraan lain, risikonya bisa jatuh. Jalan ini memang rusak parah,” tuturnya.

Warga berharap aksi swadaya ini membuka mata pemerintah agar segera melakukan perbaikan permanen. Mereka menegaskan bahwa infrastruktur jalan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah maupun pusat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon