Aksi Solidaritas, Ojol dan Mahasiswa di Banyumas Nyalakan 1.000 Lilin
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 04:17 WIB
Banyumas, Beritasatu.com - Sejumlah komunitas ojek online (ojol) bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat di Kabupaten Banyumas menggelar aksi menyalakan 1.000 lilin di Taman Tesda Purwokerto, Jumat (29/8/2025) malam.
Aksi ini dilakukan untuk mendoakan Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal dunia seusai terlindas kendaraan Brimob.
Dalam aksinya, massa menyerukan agar kasus tersebut diusut tuntas. Mereka juga berulang kali meneriakkan yel-yel kritis terhadap kepolisian. Suasana haru terasa ketika lilin dinyalakan serentak sambil mengumandangkan lagu Gugur Bunga.
Ketua Umum Komunitas Ojol Langlang Jagad Setiaji Heroestianto mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk refleksi dan solidaritas bagi rekan mereka.
Ia menyebut, sekitar 20 komunitas ojol di Banyumas turut hadir meski sebagian berhalangan karena hujan.
“Kami nyalakan 1.000 lilin untuk mendoakan rekan kita, almarhum Affan Kurniawan. Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa teman kami yang ditabrak oleh Brimob,” ujar Setiaji kepada wartawan.
Selain komunitas ojol, aksi ini juga diikuti mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat. Mereka turut meletakkan foto mendiang Affan di atas kursi yang dikelilingi lilin sebagai simbol penghormatan.
“Terima kasih kepada mahasiswa dan masyarakat yang hadir untuk ikut mendoakan. Awalnya acara akan digelar di Alun-alun, tetapi karena hujan dipindah ke sini,” tambah Setiaji.
Ia berharap kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan dan menindak tegas pihak yang terlibat. “Kami minta kapolri bertindak tegas, transparan, dan tidak menutup-nutupi. Harapan kami kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Aksi Kamisan Purwokerto Sidik Adi menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk duka bersama sekaligus refleksi terhadap situasi demokrasi di Indonesia.
“Hari ini kita dari mahasiswa, masyarakat sipil, pekerja ojol, hingga siswa hadir bersama. Kami berduka karena ternyata menyampaikan suara bisa dibalas dengan hilangnya nyawa. Satu nyawa sudah terlalu banyak dibandingkan sekadar memperjuangkan satu kebijakan,” ujar Sidik di Purwokerto.
Menurut Sidik, nyala seribu lilin yang dinyalakan dalam aksi ini menjadi simbol perjuangan rakyat.
“Lilin ini suara kita, untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Di sisi lain, lilin juga menjadi media untuk berduka bersama atas gugurnya kawan kita di medan perjuangan,” imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




