ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Bandang Terjang Pati, 4 Kecamatan Terendam

Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:40 WIB
J
DM
Penulis: Jamaah | Editor: DM
Banjir bandang menerjang Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur lereng Pegunungan Muria sejak sore hingga malam hari, Jumat (9/1/2026). Luapan air sungai yang tak tertampung menyebabkan banjir merendam empat kecamatan, bahkan merobohkan sejumlah rumah warga setelah tanggul sungai jebol.
Banjir bandang menerjang Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur lereng Pegunungan Muria sejak sore hingga malam hari, Jumat (9/1/2026). Luapan air sungai yang tak tertampung menyebabkan banjir merendam empat kecamatan, bahkan merobohkan sejumlah rumah warga setelah tanggul sungai jebol. (Beritasatu.com/Jamaah)

Pati, Beritasatu.com - Banjir bandang menerjang Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur lereng Pegunungan Muria sejak sore hingga malam hari, Jumat (9/1/2026). Luapan air sungai yang tak tertampung menyebabkan banjir merendam empat kecamatan, bahkan merobohkan sejumlah rumah warga setelah tanggul sungai jebol.

Detik-detik banjir bandang tersebut sempat terekam dalam video amatir warga. Dalam rekaman itu terdengar teriakan histeris saat air bah datang tiba-tiba dan menghantam permukiman. Beberapa sepeda motor tampak terendam derasnya aliran air yang meluap ke rumah-rumah warga.

Empat kecamatan terdampak banjir bandang ini meliputi Kecamatan Dukuhseti, Kecamatan Tayu, Kecamatan Margoyoso, dan Kecamatan Pati Kota. Dari wilayah tersebut, Kecamatan Tayu dan Margoyoso dilaporkan menjadi lokasi terdampak paling parah akibat jebolnya sejumlah tanggul sungai.

ADVERTISEMENT

Relawan kebencanaan setempat, Heru, menjelaskan banjir bandang terjadi karena debit air dari Pegunungan Muria meningkat drastis dan tidak mampu ditampung sungai. Kondisi ini diperparah oleh rusaknya beberapa tanggul sehingga air langsung menerjang permukiman warga.

“Curah hujan tinggi sejak siang membuat sungai meluap. Ditambah beberapa tanggul jebol sehingga air masuk ke permukiman dan merusak rumah warga,” ujar Heru, Jumat malam.

Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan warga khawatir banjir masih akan meningkat karena hujan belum reda.

Hingga Jumat malam, para relawan terus membantu evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman serta bersiaga menghadapi potensi banjir susulan di wilayah terdampak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon