Kota Pekalongan Diajukan Jadi Lokasi Pembangunan PSEL Regional
Rabu, 25 Februari 2026 | 10:20 WIB
Pekalongan, Beritasatu.com - Empat daerah di Pekalongan raya sepakat bangun Pembangkit Listrik Energi Sampah (PSEL) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, proyek ini ditargetkan jadi solusi krisis sampah dan sumber listrik.
Kota Pekalongan resmi diajukan sebagai lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Energi Sampah (PSEL) regional yang digadang-gadang jadi proyek percontohan nasional menggantikan rencana lokasi sebelumnya.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan empat kepala daerah di Kota Pekalongan, Selasa (24/2/2026) malam dan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesiapan bersama.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Joko Purnomo, mengatakan penandatanganan itu merupakan bentuk komitmen bersama empat daerah di Pekalongan raya, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang, dalam pengelolaan sampah regional melalui pembangunan PSEL.
“Empat kabupaten/kota di Pekalongan raya sudah sepakat dalam pengelolaan persampahan, khususnya pembangunan pembangkit listrik energi sampah,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Rabu (25/2/2026).
Pascapenandatanganan, masing-masing pemerintah daerah akan mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai syarat persetujuan pembangunan PSEL. Surat tersebut akan dihimpun oleh gubernur sebagai usulan kawasan aglomerasi Pekalongan Raya.
Joko menegaskan, kesepakatan saat ini belum menetapkan titik lokasi detail. Namun, secara prinsip para kepala dinas lingkungan hidup sepakat lokasi PSEL berada di wilayah Kota Pekalongan dengan kebutuhan lahan sekitar lima hektare, di kawasan dekat pintu keluar tol.
Ia juga meluruskan persepsi publik yang menganggap PSEL seperti tempat pembuangan akhir (TPA) dengan tumpukan sampah menggunung.
“Yang dibangun itu seperti PLTU, hanya saja bahan bakarnya bukan batu bara, melainkan sampah. Jadi bukan tempat penampungan, tapi langsung pengolahan dan pembakaran,” jelasnya.
Sampah dari daerah anggota akan masuk ke sistem bunker, lalu diolah melalui insinerator berkapasitas hingga 1.000 ton per hari. Tidak ada sistem penumpukan terbuka seperti di TPA konvensional.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyebut proyek PSEL sebagai jawaban atas krisis persampahan yang dialami banyak daerah, termasuk akibat penutupan sejumlah TPA oleh pemerintah pusat.
“Kondisi ini memaksa kita punya strategi tepat. PSEL ini peluang besar, bahkan bisa menjadi pilot project nasional karena progresnya paling lengkap,” ujarnya.
Salah satu investor yang telah melakukan kajian intensif adalah PT Energi Green Solution, yang dinilai siap dari sisi teknis, pembiayaan, dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta provinsi. Selain mengatasi persoalan sampah, proyek ini dinilai strategis karena tidak membebani APBD dan listriknya akan diserap PLN.
Dari Kabupaten Pekalongan, Wakil Bupati Sukirman menyatakan dukungan penuh, meski sebelumnya wilayah Karangdadap sempat diusulkan sebagai alternatif lokasi.
“Ini inisiasi luar biasa karena menyatukan satu kawasan. Kabupaten Pekalongan siap, dan Bupati sudah memberikan lampu hijau,” katanya.
Namun, Sukirman menegaskan keputusan akhir tetap bergantung pada kesepakatan empat daerah dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Saat ini, proyek PSEL masih pada tahap awal, meliputi pengajuan administrasi, studi kelayakan (feasibility study), sondir atau cone penetration test (CPT), AMDAL, serta perencanaan lalu lintas. Pemerintah pusat menargetkan pada April 2026 sudah ada penetapan lokasi final, dilanjutkan dengan proses perizinan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Jika terealisasi, PSEL di Kota Pekalongan diharapkan menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah regional yang ramah lingkungan sekaligus bernilai energi bagi Pekalongan Raya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




