ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Tantangan Terbesar Tangani Covid-19 di Semarang

Kamis, 20 Mei 2021 | 16:04 WIB
LT
JM
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JEM
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ( Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan tantangan terbesar dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya adalah mengubah habit atau kebiasaan masyarakat. Dari yang tidak pakai masker, menjadi taat memakai masker untuk alasan kesehatan.

Hal itu disampaikan Hendrar Prihadi dalam webinar yang digelar INFID secara virtual dengan tema Kabupaten/Kota HAM di Masa Pandemi: Peran Pemerintah Daerah dalam Memajukan Pemulihan Pandemi, Kamis (20/5/2021).

Dijelaskan pria yang akrab disapa Hendi ini, bahwa pandemi Covid-19 merupakan sesuatu kejadian yang baru pertama kali dialami, tidak hanya bagi warga Semarang, melainkan rakyat Indonesia, juga bangsa di seluruh dunia.

"Masyarakat yang tadinya boleh berinteraksi, berkumpul, kemudian harus kita ingatkan dan edukasi mereka untuk tidak boleh melakukan hal itu semua. Masyarakat yang tidak terbiasa dengan masker, kemudian kita paksa memakai masker demi kesehatan. Inikan merubah habit atau kebiasaan," terang Hendrar Prihadi.

ADVERTISEMENT

Mengubah kebiasaan masyarakat, menurut Hendi, tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan membutuhkan waktu yang panjang serta pemerintah harus siap menghadapi tantangan dan kontra dari warganya.

Di tengah kesulitan mengubah kebiasaan masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, Hendi pun tertular Covid-19 karena giat turun ke lapangan memantau kondisi wilayah.

Menjadi penyintas Covid-19, menurut Hendi menjadi suatu pelajaran yang berharga bagi dirinya dan juga masyarakat. Bahwa, seorang wali kota saja bisa terkena, apalagi masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan.

"Ini menjadi pelajaran yang berharga kepada masyarakat. Saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, saya pun kena Covid-19, panjenengan harus percaya. Tidak enak orang terkena Covid-19. Harus masuk rumah sakit dan tidak bisa beraktivitas apa-apa," ungkap Hendi.

Karena itu, Pemkot Semarang tidak Lelah untuk terus mengedukasi dan mengingatkan masyarakat bahwa Covid-19 berbahaya dan hanya bisa dihindari dengan menerapkan protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi yang dilakukan pemerintah pusat.

"Jadi sekali lagi, tantangannya adalah merubah kebiasaan masyarakat, yang tadinya mereka bisa merdeka secara keseluruhan, hari ini karena pandemi kemerdekaan itu harus kita arahkan untuk kepentingan bersama yaitu kesehatan," tutur Hendi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon