ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lahan Makam Surabaya Terbatas, Begini Solusi Wali Kota Eri Cahyadi

Minggu, 26 Oktober 2025 | 09:32 WIB
AP
HH
Penulis: Agung Dharma Putra | Editor: HP
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Beritasatu.com/Agung Dharma Putra)

Surabaya, Beritasatu.com - Keterbatasan lahan makam di Surabaya kini menjadi tantangan serius di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Kota Pahlawan. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan ruang pemakaman tetap terpenuhi tanpa mengorbankan lahan produktif.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, peningkatan jumlah penduduk menjadi faktor utama menipisnya lahan pemakaman di perkotaan. Karena itu, pemerintah mendorong warga untuk kembali menghidupkan tradisi makam keluarga atau makam kampung, seperti yang dahulu lazim dilakukan masyarakat Surabaya.

“Kalau lahan makam dengan bertambahnya orang pasti tambah kurang. Karena itu, kita fungsikan lahan makam perkampungan. Jadi, kita bersinergi dengan lahan makam kampung. Kalau setiap orang minta satu lahan makam, ya habis semua tanahnya,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (25/10/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pertumbuhan penduduk Surabaya yang mencapai lebih dari 3 juta jiwa membuat penyediaan lahan makam menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah kota tidak mungkin terus menyiapkan lahan baru tanpa batas. Karena itu, kolaborasi dengan masyarakat dan pengelola makam di tingkat kampung menjadi kunci.

“Kemarin (jumlah penduduk) 2,7 juta, hari ini sudah 3 juta lebih, karena Surabaya didatangi orang terus. Kan tidak mungkin lahan kita digunakan menjadi lahan makam semuanya," ujarnya.

"Nah, pemerintah kota juga tidak akan menyiapkan semuanya untuk warga terus. Makanya kita bersinergi juga dengan makam-makam yang ada di kampung. Kalau warga yang ada di kampung di situ, keluarganya ya dimakamkan di situ,” imbuhnya.

Eri menegaskan, langkah pengelolaan makam berbasis komunitas keluarga dan kampung menjadi strategi realistis dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ruang hidup dan ruang pemakaman.

Dengan pendekatan ini, Pemkot Surabaya berharap warga dapat lebih mandiri dalam mengelola area pemakaman sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisi yang mulai memudar.

Selain efisiensi lahan, konsep lahan makam keluarga di Surabaya juga dinilai dapat memperkuat rasa kebersamaan antarwarga di tingkat kampung. Pemerintah berkomitmen mendukung upaya penataan dan pemberdayaan masyarakat agar tata kelola lahan pemakaman lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon