Imlek 2026, Perajin Barongsai di Sidoarjo Catat Lonjakan Pesanan
Senin, 16 Februari 2026 | 11:53 WIB
Sidoarjo, Beritasatu.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2/2026), membawa berkah bagi perajin barongsai di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Salah satunya adalah Yulius Setiawan, perajin barongsai dan naga liang liong asal Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi.
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, pesanan barongsai dan naga liang liong miliknya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan tidak hanya datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga dari luar Pulau Jawa, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di bengkelnya, Yulius tampak sibuk menyelesaikan sejumlah pesanan yang akan segera dikirim ke pelanggan. Ia memastikan setiap detail karyanya dalam kondisi terbaik, terutama pada bagian kepala naga liang liong yang memiliki banyak ornamen dan lekukan rumit.
“Imlek tahun kemarin terjual tiga barongsai dan satu naga. Tahun ini meningkat, sudah enam barongsai dan tiga naga yang terjual,” ujar Yulius, kepada Beritasatu.com, Minggu (15/2/2026).
Proses Pembuatan Naga Liang Liong Lebih Rumit
Untuk menyelesaikan satu unit naga liang liong sepanjang 18 meter, Yulius membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Proses pembuatannya lebih rumit dibandingkan barongsai yang rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.
Yulius mengungkap kesulitan tertinggi dalam pembuatan naga liang liong terletak pada bagian kepala. Terutama saat memasang beragam detail hiasan dan ornamen pada bagian itu.
Ia menjelaskan kepala naga harus memiliki bobot minimal 2,5 kilogram sesuai standar internasional. Dalam proses produksi, ia menggunakan bahan lokal seperti kerangka rotan, kertas, lem, dan cat pewarna.
Sementara aksesori pelengkap seperti mata, bulu domba warna-warni, bola hidung, dan pompom masih diimpor dari luar negeri. Untuk harga jual, barongsai dan naga liang liong buatannya dibanderol antara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per unit, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain.
Aktif Lestarikan Seni Barongsai
Selain memproduksi perlengkapan pertunjukan, Yulius juga aktif melestarikan kesenian tradisional etnis Tionghoa tersebut di Indonesia. Ia membentuk komunitas Barongsai Dharma Bhakti yang kini memiliki sekitar 60 anggota binaan, terdiri dari pelajar dan remaja.
Meningkatnya permintaan barongsai menjelang Imlek 2026 menjadi harapan bagi Yulius dan perajin lainnya. Lonjakan pesanan ini sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek dari tahun ke tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




