Gresik Siap Pasok 200 Ton Sampah Per Hari ke Program PSEL Danantara
Kamis, 5 Maret 2026 | 09:00 WIB
Gresik, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyebut kesiapannya dalam keterlibatan program strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) yang dinaungi Danantara Indonesia.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan siap mengirimkan bahan baku sampah sebanyak 200 ton per hari ke program WtE yang dipusatkan ke wilayah Kota Surabaya tersebut.
"Tuan rumahnya ada di Surabaya. Tugas Gresik mengirim bahan baku sampah ke pengelola sampah ke Surabaya, kurang lebih 200 ton per hari," kata Yani, Rabu (4/3/2026).
Yani mengungkapkan, Pemkab Gresik sudah melakukan kesepakatan MoU atas program pengelolaan sampah menjadi energi listrik tersebut. Ia menyebut, MoU sudah dilakukan bersama daerah aglomerasi Surabaya Raya lainnya seperti Kota Surabaya dan Lamongan.
"Yang terlibat dalam waste to energy ini Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo belum tahu," jelasnya.
Menurut Yani, aglomerasi Surabaya Raya ini akan menjadi salah satu pilot projek program WtE di Indonesia. Melalui Danantara Indonesia, program inisiatif Presiden Prabowo Subianto akan berjalan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
"Di Jawa Timur, aglomerasi Surabaya Raya berlokasi di Benowo," jelasnya.
Yani berharap program WtE tersebut akan segera berjalan sehingga dapat mengurangi intensitas sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Ngipik yang dikelola Pemerintah daerah.
"Kapan dimulainya? Mudah-mudahan pada akhir tahun 2026 bisa dimulai dan diresmikan langsung oleh presiden," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




