UMKM Lamongan Kelimpungan Akibat Harga Plastik Naik 100 Persen
Jumat, 10 April 2026 | 17:58 WIB
Lamongan, Beritasatu.com – Dampak konflik global dan kenaikan harga bahan baku di pasar internasional mulai dirasakan oleh pelaku ekonomi kerakyatan di daerah. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, harga kemasan plastik di pasar tradisional dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai 100%.
Kondisi ini membuat para pedagang grosir maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengeluhkan meningkatnya biaya operasional yang harus mereka tanggung.
Pantauan di sejumlah toko grosir di Pasar Baru Lamongan menunjukkan kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis produk plastik. Mulai dari plastik jenis polyethylene, polypropylene , hingga perlengkapan minuman seperti gelas plastik sekali pakai mengalami penyesuaian harga sejak setelah Idulfitri.
Salah satu pedagang grosir di Pasar Baru Lamongan, Sebrian Farid Sandi, mengatakan kenaikan harga berkisar antara 60 hingga 100%. Ia mencontohkan produk plastik yang sebelumnya dijual seharga Rp 11.000 kini melonjak menjadi Rp 19.000 per pak.
"Dampaknya, terutama pembeli kaget semua ya. Soalnya kenaikannya sekitar 60% sampai 100%. Plastik-plastik ini dahulu cuma Rp 11.000, sekarang jadi Rp19.000," ujar Sebrian, Jumat (10/4/2026).
Tidak hanya plastik kiloan, perlengkapan usaha kuliner seperti gelas plastik juga mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.
"Sebelumnya ya cuma Rp 9.000, Rp 8.000 per slop. Kalau sekarang bisa Rp 12.000 dan ada yang sampai Rp 20.000," tambahnya.
Lonjakan harga ini mulai dirasakan berat oleh pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kemasan plastik sekali pakai. Salah satunya Suhardi, pedagang es batu di Lamongan, yang mengaku harus memutar strategi agar usahanya tetap berjalan.
Ia menyebutkan modal pembelian plastik kini meningkat drastis. Jika sebelumnya ia membeli plastik dengan harga Rp 9.500 per pak, kini harganya mencapai Rp 15.000.
"Sekitar 60% kenaikannya. Dari biasanya Rp9.500 sekarang jadi Rp 15.000. Naik tinggi banget. Ya otomatis (harga es) dinaikin, harga biasanya Rp 500 satu bijinya kini jadi Rp 1.000, biar enggak rugi," keluh Suhardi.
Kenaikan harga plastik tersebut diduga berkaitan dengan dampak ketegangan geopolitik internasional antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik tersebut memicu fluktuasi harga minyak bumi yang merupakan bahan baku utama pembuatan plastik.
Para pedagang dan pelaku usaha mikro di Lamongan berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah intervensi untuk menstabilkan harga bahan baku kemasan di pasaran. Upaya tersebut dinilai penting agar usaha kecil tetap dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




