Wanita di Gresik Naik Haji setelah Menabung di Galon Selama 15 Tahun
Jumat, 17 April 2026 | 18:50 WIB
Gresik, Beritasatu.com — Kisah inspiratif datang dari Uswatun Hasanah (50), janda asal Desa Tanjungori, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang berhasil mewujudkan impian berhaji dengan cara sederhana tetapi konsisten.
Selama 15 tahun, Uswatun menabung uang hasil berjualan di toko miliknya ke dalam galon air minum. Cara unik ini akhirnya mengantarkannya berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Ia menggunakan tiga galon untuk menyimpan uang recehan, mulai dari pecahan Rp 100 hingga Rp 10.000. Uang tersebut selain digunakan sebagai kembalian pembeli, juga disisihkan untuk membayar cicilan biaya haji.
"Saya ini kan punya toko, jadi banyak galon di rumah. Daripada beli celengan, saya kemudian berpikir kenapa tidak pakai galon saja untuk menabung," kata Uswatun saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).
Jika galon sudah penuh, uang di dalamnya akan ditukarkan ke bank. Biasanya, penukaran dilakukan saat bulan puasa atau menjelang Idulfitri untuk membayar cicilan ongkos haji.
Di toko miliknya, Uswatun menjual berbagai kebutuhan, mulai dari sembako, jajanan anak, perlengkapan sekolah, air isi ulang, hingga busana. Pendapatan hariannya bervariasi, bahkan pernah hanya memperoleh Rp 5.000 dalam sehari.
Namun, saat momen tertentu seperti bulan puasa dan Idulfitri, penjualannya meningkat signifikan, terutama dari penjualan pakaian.
"Seperti bulan puasa dan hari raya kemarin, itu bisa Rp 200.000, Rp 300.000, bahkan Rp 700.000 dalam satu hari. Namun, kadang juga sepi, pernah hanya dapat Rp 5.000 sehari. Jadi kalau pas toko ramai, nanti ya ditambah berlipat-lipat," tambahnya.
Uswatun mengungkapkan, semangat menabung tersebut berawal dari dorongan sang suami yang telah meninggal dunia 7 tahun lalu. Ia pun harus membagi penghasilan untuk kebutuhan keluarga dan biaya haji.
Selain berdagang, ia juga bekerja serabutan di kantor desa untuk menambah penghasilan. "Awalnya suami yang mendorong, minta saya agar menabung. Tujuh tahun lalu suami saya meninggal dunia, setelah sakit 5 tahun. Untungnya saya juga kerja bantu-bantu di desa," pungkas Uswatun.
Uswatun bersama 2.679 jemaah asal Kabupaten Gresik tergabung dalam delapan kloter, yakni kloter 42 hingga 49. Mereka dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 2 Mei 2026 dan akan didampingi 18 pembimbing atau petugas haji daerah (PHD).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




