UNU Blitar Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:23 WIB
Blitar, Beritasatu.com - Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan seorang dosen yang diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap sejumlah mahasiswi.
Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Rektor III UNU Blitar Bidang Kemahasiswaan, Hubungan, dan Alumni, Ardhi Sanwidi. Menurutnya, penonaktifan dilakukan untuk mencegah potensi intervensi selama proses penanganan kasus berlangsung.
“Yang bersangkutan sudah kita nonaktifkan karena takutnya ada intervensi. Sebagai langkah dukungan, kita nonaktifkan. Intinya kegiatan yang berhubungan dengan mahasiswa kita nonaktifkan,” ujar Ardhi, Rabu (13/5/2026).
Kasus dugaan pelecehan seksual ini mencuat setelah sejumlah mahasiswi mengaku menjadi korban tindakan yang diduga dilakukan dosen tersebut saat proses perkuliahan berlangsung.
Para korban menyebut dugaan pelecehan terjadi dalam bentuk verbal maupun nonverbal di lingkungan kelas.
Mereka mengaku kerap menerima ucapan bernada melecehkan hingga perlakuan fisik yang membuat tidak nyaman selama mengikuti kegiatan perkuliahan.
Ketua Komisariat Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNU Blitar, Ahmad Kafi, yang mendampingi para korban mengatakan bentuk pelecehan verbal yang dialami mahasiswi berupa komentar tidak pantas terkait bagian tubuh.
“Yang verbal itu berupa ucapan bernada melecehkan, seperti mengomentari bentuk tubuh mahasiswi,” kata Ahmad Kafi.
Selain verbal, korban juga mengaku mengalami tindakan nonverbal berupa sentuhan fisik saat kegiatan kuliah berlangsung.
Dosen tersebut diduga beberapa kali memeluk, menyentuh pinggang, hingga meraba bagian tubuh mahasiswi di dalam kelas.
“Peristiwa itu terjadi saat jam kuliah ketika dosen tersebut mengajar,” ujarnya.
Pihak kampus menyatakan proses penanganan kasus masih terus berjalan. UNU Blitar juga memastikan pendampingan terhadap para korban tetap dilakukan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




