ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anak Gajah Tari di Taman Nasional Tesso Nilo Riau Mati Mendadak

Rabu, 10 September 2025 | 18:41 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Gajah Tari mati dalam usia baru dua tahun.
Gajah Tari mati dalam usia baru dua tahun. (Instagram.com/@btn_tessonilo)

Riau, Beritasatu.com- Kabar duka datang dari Taman Nasional Tesso Nilo, Tari salah satu anak gajah binaan taman nasional tersebut diumumkan telah mati. Pihak taman nasional menyatakan Tari mati pada Rabu (10/9/2025) pada pukul 08.00 WIB. Tari mati dalam kondisi baru berusia dua tahun.

“Telah mati seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) bernama Kalistha Lestari (Tari) di camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kab. Pelalawan, Provinsi Riau pada Rabu, tanggal 10 September tahun 2025 pukul 08.00 WIB,” dikutip dari akun Instagram resmi Taman Nasional Tesso Nilo, @btn_tessonilo, Rabu (10/9/2025).

Pihak taman nasional menerangkan, sampai Selasa (9/9/2025) Tari masih dalam kondisi sehat dan tak menunjukkan tanda-tanda sakit. Aktivitas pencernaannya pun masih terpantau normal.  Namun petugas menyadari nasfu makan gajah hasil perkawinan dari gajah Lisa dengan gajah liar tersebut menurun.

ADVERTISEMENT

"Kronologi kejadian berawal Pada Selasa, 9 September 2025, Tari masih menunjukkan kondisi sehat. Pagi hari sekitar pukul 07.43 WIB, Tari tampak aktif, bermain seperti biasa, dengan nafsu makan normal, feses baik, serta tanpa tanda kelemasan. Hanya intensitas menyusu yang sedikit berkurang. Kondisi sore hari sekitar pukul 17.00 WIB juga tetap stabil tanpa gejala sakit,” bunyi pernyataan Taman Nasional Tesso Nilo.

Namun pada Rabu (10/9/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, mahout yang bertugas mendapati Tari dalam keadaan telah berbaring tanpa gerakan dan segera dinyatakan mati. Mahout kemudian menghubungi dokter hewan, drh Teguh untuk melakukan pemeriksaan fisik.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya luka atau trauma pada tubuh, namun perut Tari terlihat sedikit menggembung. Untuk memastikan penyebab kematian, dokter melakukan tindakan nekropsi (bedah bangkai) dan mengambil sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut akan dikirim ke Bogor untuk analisis lebih lanjut.

Kepergian mendadak Tari ini pun meninggalkan kesedihan mendalam bagi para pecinta hewan.


“Tari kenapa. Cepat banget adek perginya,” kata **hunn28_

“Sakit hati banget dengernya, nyesek enggak percaya, bangun adekkk,” tulis ****sthameirn_

“Dek Tari yang cantik, terima kasih sudah hadir menghibur kami semua walaupun hanya untuk waktu yang sangat singkat. Dedek Tari, banyak senang di surga yah,” doa dari **skaraks

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Curiga Diracun, Polda Riau Usut Kematian Gajah Tari di Tesso Nilo

Curiga Diracun, Polda Riau Usut Kematian Gajah Tari di Tesso Nilo

KEPULAUAN RIAU

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon