ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jajal Kereta Cepat Jakarta Bandung, YLKI: Tempat Duduk Agak Keras dan Ada Hentakan

Minggu, 3 September 2023 | 11:50 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Interior Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Interior Kereta Cepat Jakarta-Bandung "Red Komodo" yang di ujicoba oleh KCIC, Selasa, 4 Juli 2023. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia memasuki era baru transportasi dengan mendekati peluncuran Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang akan menghubungkan Jakarta dan Bandung. Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dijadwalkan akan beroperasi pada Oktober 2023, dan Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN yang mengoperasikan kereta cepat.

Pada Sabtu (2/9/2023), undangan khusus diberikan kepada pejabat pemerintah, tokoh bisnis, media, dan pengamat transportasi untuk mengikuti uji coba KA Cepat Jakarta-Bandung. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut bergabung dalam perjalanan tersebut.

Satu set KA cepat terdiri dari 8 kabin, termasuk kabin first class, business class, dan premium economy class, dengan total kapasitas hingga 601 penumpang.

ADVERTISEMENT

Perjalanan KA cepat melewati 4 stasiun: Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar, dengan total jarak sekitar 142,3 km dari Stasiun Halim hingga Stasiun Padalarang.

Waktu tempuh dari Stasiun Halim Jakarta menuju Stasiun Padalarang Kabupaten Bandung hanya 20 menit. Namun, untuk melanjutkan ke Kota Bandung, penumpang harus berganti kereta berbasis diesel ke Stasiun Kebon Kawung, Kota Bandung, dengan tambahan waktu tempuh sekitar 20 menit, sehingga total waktu perjalanan dari Stasiun Halim hingga Kota Bandung adalah sekitar 40 menit.

Berikut adalah beberapa catatan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi berdasarkan pengalaman singkatnya dalam perjalanan menggunakan KCJB:

1. Tempat duduk di kabin ekonomi terasa cukup keras dibandingkan dengan tempat duduk di KA reguler.
2. Saat akselerasi kecepatan menuju 300-an km per jam, terasa sedikit menghentak. Meskipun ada penjelasan bahwa hal ini wajar saat mencapai kecepatan maksimal 350 km/jam dan dianggap aman.
3. Saran untuk menampilkan informasi selain kecepatan kereta di layar monitor di kabin, seperti stasiun tujuan berikutnya, untuk memudahkan penumpang difabel atau tuna rungu.
4. Fasilitas stasiun juga cukup baik meskipun masih dalam proses penyelesaian. Stasiun Halim terintegrasi dengan stasiun LRT Jabodebek, memungkinkan dua aliran penumpang, yaitu penumpang KA Cepat dan LRT Jabodebek.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Normal

KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Normal

EKONOMI
AHY: Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Jatim Berjalan Paralel

AHY: Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Jatim Berjalan Paralel

EKONOMI
Danantara Targetkan Negosiasi Utang Whoosh Tuntas Kuartal I 2026

Danantara Targetkan Negosiasi Utang Whoosh Tuntas Kuartal I 2026

EKONOMI
Utang Whoosh Rp 116 T Ujung-ujungnya Ditanggung APBN

Utang Whoosh Rp 116 T Ujung-ujungnya Ditanggung APBN

EKONOMI
Dirut KAI Klaim Pembayaran Utang Whoosh Sudah Temukan Solusi

Dirut KAI Klaim Pembayaran Utang Whoosh Sudah Temukan Solusi

EKONOMI
AHY Ungkap Pemerintah Belum Temukan Solusi Restrukturisasi Whoosh

AHY Ungkap Pemerintah Belum Temukan Solusi Restrukturisasi Whoosh

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon