BPJS Kesehatan Surabaya Siap Jamin Kesehatan KPPS Pemilu 2024
Rabu, 21 Februari 2024 | 10:11 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - BPJS Kesehatan cabang Surabaya menjamin perlindungan kesehatan risiko penyakit dan kematian petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin menyampaikan, hal tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama antara BPJS Kesehatan dengan Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
"Sesuai dengan kesepakatan tersebut, BPJS Kesehatan menjamin perlindungan kesehatan terhadap seluruh penyelenggara Pemilu melalui skrining riwayat kesehatan," ujarnya saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Rabu (21/2/2024).
Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kepesertaan aktif bagi penduduk di wilayahnya yang ditetapkan menjadi petugas pemilu pada periode ini.
Hernina menjelaskan, dengan adanya kesepakatan tersebut maka sudah dapat dipastikan bahwa seluruh petugas Pemilu memiliki kepesertaan aktif. Ia juga menyebutkan, skrining yang dilakukan oleh petugas, maka mereka sudah dipastikan fit untuk bertugas.
“Kami melakukan kegiatan skrining riwayat kesehatan ini baik pada KPU maupun Bawaslu, sampai KPPS di tempat pemungutan suara (TPS)," jelasnya.
"Skrining riwayat kesehatan ini sendiri dilakukan sebagai pencegahan dini terhadap penyakit, terutama penyakit kronis,” tambahnya.
Hernina mengungkapkan, BPJS Kesehatan Surabaya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, bahwa bagi petugas Pemilu yang belum terdaftar sebagai peserta JKN akan didaftarkan melalui segmen peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas tiga yang iurannya dibayarkan oleh Pemkot Surabaya.
Hal ini juga berlaku bagi petugas pemilu penduduk kota Surabaya yang telah terdaftar, yakni sebagai peserta JKN tetapi status kepesertaannya tidak aktif.
"Untuk Kota Surabaya karena kondisinya sudah mencapai cakupan, maka hanya ada tambahan 3.663 jiwa baik yang belum terdaftar maupun sudah terdaftar tetapi tidak aktif," pungkas Hernina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




