Uya Kuya Rugi hingga Rp 7 Miliar Imbas Rumahnya Dijarah
Kamis, 4 Desember 2025 | 14:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Artis sekaligus politisi Surya Utama atau akrab disapa Uya Kuya menyebut total kerugian yang ia derita akibat penjarahan rumahnya pada akhir Agustus 2025 mencapai Rp 7 Miliar. Pernyataan ini disampaikan Uya saat menjadi saksi dalam sidang kasus penjarahan rumahnya yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Dalam sidang yang digelar tersebut, Uya yang hadir sebagai saksi bersama karyawannya yang bernama Abdurrahman dan adik iparnya, Riziyansyah menyebut barang-barang yang dijarah dan diambil paksa para penjarah mencapai milyaran rupiah.
Baca Juga: Uya Kuya Bongkar Kronologi Video Joget di DPR Pemicu Amarah Rakyat
"Benar kerugiannya sampai Rp 7 miliar. Tetapi, sampai sekarang saya masih bingung menghitungnya karena memang hampir semua isi rumah raib dijarah," ungkap Uya dikutip dari kanal YouTube Insert Investigasi, Kamis (4/12/2025).
Uya menjelaskan dirinya berani melapor ke polisi karena barang yang hilang bukan hanya miliknya, tetapi juga milik anggota keluarga lain yang juga tinggal di rumah tersebut.
"Yang tinggal di rumah itu kan bukan saya dan keluarga inti saja, tetapi ada mertua, adik ipar, dan karyawan. Sehingga kerugian itu bukan saja saya yang alami tetapi seluruh keluarga," tambahnya.
Selain kehilangan barang-barang berharga, sejumlah fasilitas rumah juga rusak. Uya menuturkan beberapa dokumen penting milik keluarga, seperti sertifikat nikah bahkan akta kelahiran, juga ikut hilang.
"Ada sertifikat nikah, akta kelahiran dan sebagainya yang juga hilang. Terus terang saya sedih melihat rumah isinya hilang semua. Bukan hanya hilang sampai kloset, pintu gerbang, wastafel hilang. Sampai kusen juga pada diambil sebagian. Jadi bisa dibilang bukan hanya kosong, namun jadi rusak," jelas Uya.
Meski menderita kerugian dengan nominal fantastis, Uya menegaskan dirinya sudah pasrah dan mengikhlaskan kejadian tersebut. Namun, ia memilih tetap membawa kasus ini ke ranah hukum ini dengan tujuan sebagai pelajaran agar tidak menjadi contoh bagi pelaku lain.
“Saya sudah memaafkan. Dari saat karyawan saya bilang di TikTok 'Pak hangus rumah Pak, habis', saya sudah ikhlas. Yang saya khawatirkan cuma kucing saya. Saya tetap melapor ke polisi dan menghormati hukum di negara ini. Biar tidak menjadi contoh buat pelaku lain atau dari video-video hoaks yang simpang siur," tutup Uya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




