4 Penyakit Infeksi Paru-paru Ini Wajib Diwaspadai, Bisa Picu Kematian
Senin, 9 Februari 2026 | 09:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tjandra Yoga Aditama menyampaikan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap empat penyakit infeksi paru-paru berat karena bisa memicu kematian.
Mengacu pada laporan Disease Outbreak News dari World Health Organization (WHO) pada Desember 2025 serta Januari dan Februari 2026, dia mengatakan, penyakit infeksi paru-paru berat yang mesti diwaspadai meliputi avian infuenza atau flu burung, middle east eespiratory syndrome corona virus (MERS CoV), super flu, dan penyakit akibat infeksi virus Nipah.
1. Flu burung
Dalam keterangannya dikutip dari Antara, Senin (9/2/2026), Tjandra menjelaskan selama 2023 sampai 2025 angka kematian akibat flu burung di enam negara di bawah WHO Western Pacific Office (WPRO) dilaporkan mencapai 66,3%.
Indonesia, kata dia, termasuk negara dalam lingkup WPRO yang melaporkan angka kematian tinggi akibat flu burung, yakni 84%.
Virus influenza penyebab flu burung yang beredar di wilayah kerja WHO WPRO meliputi H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, dan H10N5.
Data WHO WPRO per Januari 2026 menunjukkan kasus flu burung terakhir dilaporkan muncul di Kamboja pada 2025.
2. MERS CoV
Penyakit infeksi paru-paru kedua yang dinilai mesti diwaspadai yakni MERS CoV. Menurut laporan WHO, sebanyak 17 kasus MERS CoV muncul di Arab Saudi selama 2025.
"Tentu ini perlu jadi perhatian kita juga, mengingat banyaknya jemaah umrah Indonesia dan juga kesiapan menghadapi musim haji tahun ini," kata Tjandra.
3. Super flu
Super flu juga harus diwaspadai. Penyakit infeksi paru-paru berat ini disebabkan oleh infeksi virus influenza A H3N2 subclade K.
Pemerintah Kota Tokyo, Jepang untuk pertama kalinya dalam 17 tahun mengeluarkan kembali peringatan influenza atau Influenza Advisory menyusul peningkatan penularan virus influenza.
Selain itu, peningkatan kasus influenza B dilaporkan terjadi di Korea dan Jepang pada awal Februari 2026. Amerika Serikat juga melaporkan peningkatan kasus influenza ini.
"Pada kenyataannya ada juga kasus di negara kita karena influenza B ini," kata Tjandra.

4. Virus Nipah
Infeksi virus Nipah bisa menular ke manusia melalui persentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi.
Menurut. Tjandra, infeksi virus Nipah bisa menyebabkan pneumonia atipikal yang dapat berkembang menjadi penyakit paru berat dan acute respiratory distress.
"Untuk kita di Indonesia maka perlu terus ditingkatkan kegiatan surveilans virus infeksi paru dan saluran napas, sehingga situasi dapat dikenali dan ditangani dengan baik," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




