Sindir Ressa Hobi Podcast, Pengacara Denada: Mau Damai atau Gaduh?
Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Upaya perdamaian antara penyanyi Denada dengan pemuda yang mengaku anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano, tampaknya menemui jalan buntu. Pihak Denada mulai gerah dengan sikap Ressa dan tim kuasa hukumnya yang dianggap lebih sibuk membangun narasi di ruang publik ketimbang menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Kuasa hukum Denada, M Iqbal, secara blak-blakan menyindir pihak lawan yang gemar "keliling" dari satu kanal podcast ke kanal lainnya. Menurutnya, aksi tersebut justru memperkeruh suasana dan menghambat proses mediasi yang tengah berjalan.
Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya sempat sangat kooperatif dalam mengikuti tahapan mediasi. Namun, rencana pertemuan ketiga terpaksa ditunda karena pihak Denada merasa ada itikad yang tidak sinkron antara ucapan dan perbuatan pihak Ressa.
"Kita sama-sama upaya, mediasi sampai tiga kali. Pertama kita datang, kedua kita sempat meeting penentuan kapan Denada datang. Tapi saat kami menunggu, pihak tergugat (Ressa) malah podcast ke mana-mana," ujar M. Iqbal dengan nada kecewa.
Ia menilai tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk memicu kegaduhan publik. "Kami menyimpulkan ini bikin gaduh, tidak mengerucut ke perdamaian. Jadi yang ketiga kita tunda. Percuma musyawarah kalau begini," tegasnya.
Kontradiksi lain yang disoroti Iqbal adalah keinginan Ressa untuk bertemu langsung, namun menutup jalur komunikasi pribadi. Ia membeberkan bahwa Denada sebenarnya sudah sangat rendah hati dengan rutin mengirim pesan melalui WhatsApp (WA) kepada Ressa.
"Sejak Denada unggah video pengakuan, dia WA setiap hari tetapi tidak dibalas. Bahkan setelah Denada pulang (ke Indonesia) dan WA lagi, cuma dijawab 'waalaikumsalam'. Harusnya kalau mau ketemu sesuai omongan, responsnya cepat," tambah Iqbal.
Lebih jauh, Iqbal meragukan apakah sikap keras yang ditunjukkan Ressa saat ini murni dari hati seorang anak. Ia mencurigai adanya faktor ego atau pengaruh pihak luar yang membuat komunikasi ini membeku.
"Saya yakini sikap Ressa yang sekarang bukan Ressa yang asli. Kalau Ressa asli sebagai anak Denada, jangankan sekarang, kemarin juga pasti sudah ketemu. Ini ego yang dikedepankan," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




