Profil Dua Lipa yang Terseret Rumor Met Gala Gal Gadot hingga Samsung
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nama Dua Lipa saat ini tidak hanya mendominasi tangga lagu global, tetapi juga menjadi pusat perhatian di media sosial dan industri hiburan dunia.
Penyanyi asal Inggris tersebut dikenal bukan hanya karena deretan lagu hitnya, tetapi juga karena kehidupan pribadinya, pandangan sosialnya, hingga berbagai isu viral yang menyeret namanya dalam beberapa waktu terakhir.
Mulai dari perjalanan kariernya yang penuh perjuangan, rumor viral yang dikaitkan dengan Gal Gadot, hingga gugatan hukum terhadap Samsung Electronics, Dua Lipa terus menjadi figur publik yang memiliki pengaruh besar di industri musik modern.
Berikut ini profil lengkap pelantun lagu “Levitating” tersebut beserta fakta di balik berbagai isu yang sedang ramai diperbincangkan.
Profil Dua Lipa
Dua Lipa lahir di London, Inggris, pada 22 Agustus 1995. Ia merupakan putri sulung dari pasangan etnis Albania, Anesa dan Dukagjin Lipa. Nama “Dua” bukan nama panggung, melainkan nama asli yang berarti “cinta” dalam bahasa Albania. Latar belakang keluarganya cukup menarik perhatian.
Orang tua Dua Lipa merupakan pengungsi dari Pristina, Kosovo, yang pindah ke Inggris pada era 1990-an untuk menghindari konflik di wilayah tersebut. Pengalaman keluarga sebagai pengungsi membentuk karakter Dua Lipa menjadi sosok yang kuat dan sangat menghargai akar budayanya.
Meski sempat kembali ke Kosovo saat berusia 11 tahun mengikuti kepindahan keluarganya, kecintaannya terhadap dunia hiburan membuat Dua Lipa mengambil keputusan besar dengan kembali ke London sendirian pada usia 15 tahun demi mengejar karier musik.
Kehidupan mandiri di London memaksa Dua Lipa dewasa lebih cepat. Sambil bersekolah di Sylvia Young Theatre School, institusi yang juga melahirkan talenta seperti Amy Winehouse, ia bekerja paruh waktu sebagai pramusaji dan model untuk membiayai kehidupannya sendiri.
Pengalaman hidup di antara budaya Inggris dan Kosovo memberi pengaruh besar terhadap pandangannya mengenai isu sosial dan kemanusiaan.
Dua Lipa dikenal cukup vokal menyuarakan isu pengungsi hingga dukungannya terhadap Palestina. Sikap tersebut membuat namanya kerap dibandingkan dengan figur publik lain yang memiliki pandangan politik berbeda.
Awal Karier Dua Lipa dari YouTube hingga Kontrak Rekaman
Karier musik Dua Lipa dimulai dari media sosial dan platform video daring. Kecintaannya terhadap musik diwarisi dari sang ayah, Dukagjin Lipa, yang juga seorang musisi rock.
Saat remaja, Dua Lipa rutin mengunggah video cover lagu-lagu populer milik Christina Aguilera dan Nelly Furtado di YouTube. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika ia menarik perhatian manajemen musik dan menandatangani kontrak dengan Warner Bros Records pada 2014.
Single debutnya berjudul “New Love” kemudian disusul “Be the One”, yang mulai memperkenalkan karakter vokalnya yang khas dengan perpaduan suara kontralto dan musik pop modern yang mudah diterima pasar.
Kesuksesan Global lewat New Rules dan Future Nostalgia
Puncak ledakan karier Dua Lipa terjadi melalui album debut self-titled yang dirilis pada 2017. Lewat lagu “New Rules”, ia berhasil menjadi artis solo wanita pertama yang menduduki posisi nomor satu di Inggris sejak Adele pada 2015.
Kesuksesan tersebut diperkuat oleh popularitas lagu “IDGAF” yang turut membawanya memenangkan Grammy Award kategori Best New Artist. Dominasi globalnya semakin kuat lewat album “Future Nostalgia” pada 2020.
Album bernuansa pop-disko tersebut dirilis saat pandemi Covid-19 melanda dunia dan menjadi salah satu album paling berpengaruh pada masa karantina global. Future Nostalgia bahkan berhasil memenangkan Grammy Award kategori Best Pop Vocal Album dan memperkuat posisi Dua Lipa sebagai ikon pop dunia.
Kini, setelah berkolaborasi dengan musisi legendaris seperti Elton John hingga merilis album “Radical Optimism” pada 2024, Dua Lipa dianggap sebagai salah satu definisi baru musik pop modern.
Rumor Dua Lipa dan Gal Gadot di Met Gala
Belakangan, nama Dua Lipa sempat terseret rumor viral yang melibatkan Gal Gadot. Isu tersebut ramai beredar di platform X dan menyebut Gal Gadot merasa terintimidasi setelah disebut “disudutkan” oleh Dua Lipa dan teman-temannya di toilet saat acara Met Gala 2019.
Narasi tersebut berkembang luas hingga memunculkan spekulasi itulah alasan Gal Gadot tidak lagi menghadiri Met Gala dalam beberapa tahun terakhir. Namun, berbagai sumber kredibel menyebut rumor tersebut tidak memiliki bukti kuat dan termasuk hoaks.
Tidak ada laporan media besar, bukti konkret, maupun pernyataan resmi dari kedua pihak yang membenarkan adanya konfrontasi di toilet Met Gala. Memang benar Gal Gadot terakhir menghadiri Met Gala pada 2019 dan keduanya memiliki pandangan politik berbeda terkait konflik Israel-Palestina.
Namun, absennya Gal Gadot dari acara tersebut tidak terbukti berkaitan langsung dengan Dua Lipa. Rumor tersebut murni berkembang dari spekulasi media sosial tanpa validasi fakta yang jelas.
Dua Lipa Gugat Samsung Rp 240 Miliar
Selain menjadi sorotan karena rumor media sosial, Dua Lipa juga tengah menjadi perhatian akibat kasus hukum melawan Samsung Electronics. Pada Jumat (8/5/2026), Dua Lipa resmi mengajukan gugatan hukum di pengadilan federal California.
Ia menuntut ganti rugi sebesar US$ 15 juta atau sekitar Rp 240 miliar atas dugaan penggunaan tanpa izin citra dirinya pada kemasan televisi Samsung Crystal UHD. Foto yang digunakan disebut berasal dari penampilannya di festival Austin City Limits Music Festival 2024.
Pihak Dua Lipa menilai penggunaan foto tersebut menyesatkan publik karena membuat konsumen percaya dirinya merupakan duta merek resmi Samsung. Menurut pihak penggugat, hal tersebut dapat merusak nilai eksklusivitas merek pribadi Dua Lipa.
Di sisi lain, Samsung menyebut foto tersebut berasal dari materi promosi pihak ketiga untuk layanan Samsung TV Plus. Namun, tim hukum Dua Lipa menilai tanggung jawab akhir tetap berada pada Samsung sebagai produsen perangkat yang menggunakan wajah sang penyanyi untuk kepentingan komersial.
Dari perjalanan hidup sebagai anak pengungsi Kosovo hingga menjadi superstar global, Dua Lipa menunjukkan perjalanan karier yang penuh perjuangan. Ia bukan hanya sukses membangun dominasi di industri musik dunia, tetapi juga dikenal sebagai figur publik yang berani menyuarakan prinsip dan melindungi hak komersialnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




