ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Yuk, Kenali Gejala Anak Tidak Cocok Susu Sapi

Jumat, 2 April 2021 | 10:42 WIB
IH
BW
Penulis: Indah Handayani | Editor: BW
Ilustrasi anak minum susu.
Ilustrasi anak minum susu. (The Star)

Jakarta, Beritasatu.com - Kondisi tidak cocok susu sapi adalah salah satu tantangan kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak. Terlebih, kondisi ini berpotensi akan menyebabkan anak menjadi kekurangan zat besi. Lalu, bagaimanakah mengenali gejala anak yang tidak cocok susu sapi? Yuk, kita kenali gejalanya.

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Budi Setiabudiawan, mengatakan, sebanyak 0,5-7,5% anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia.

Protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia. Data klinik di RS CIpto Mangunkusumo Jakarta pada 2012 menunjukan, 23,8% anak mengalami alergi susu sapi.

Kondisi tidak cocok susu sapi, adalah salah satu tantangan kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak. Biasanya, lanjut dia, gejala yang muncul dari kondisi tidak cocok susu sapi berbeda-beda pada setiap anak. Namun, umumnya berupa ruam merah yang gatal, bengkak, bersin-bersin, pilek, batuk, mata berair, sakit perut, muntah atau diare.

ADVERTISEMENT

"Pada mereka yang mengalami gejala berat menunjukan gagal tumbuh karena diare dan atau regurgitasi, muntah atau anak tidak mau makan Bahkan anemia defisiensi besi," ungkap Budi.

Rentan
Selain menimbulkan gejala, lanjut Budi, kondisi anak yang tidak cocok susu sapi juga membuatnya rentan mengalami kekurangan nutrisi penting, salah satunya adalah zat besi.

Padahal, zat besi merupakan salah satu nutrisi esensial yang dapat mendukung anak yang tidak cocok susu sapi dapat tetap tumbuh maksimal.

"Adanya risiko kekurangan zat besi yang lebih tinggi pada anak yang tidak cocok susu sapi dapat disebabkan karena anak mengalami pembatasan jenis asupan makanan yang tidak sesuai, serta adanya risiko inflamasi pada saluran cerna, sehingga dapat menyebabkan anak tidak memperoleh kecukupan asupan nutrisi penting," jelas Budi.

Prof Budi, panggilannya, lebih jauh menjelaskan, permasalahan anak yang tidak cocok susu sapi ini tidak bisa diremehkan, karena dampak dan prevalensi yang umum ditemukan pada usia di awal kehidupan.

Cocok
Oleh karena itu, penting untuk memastikan nutrisi yang tepat pada awal kehidupan anak, terutama bagi yang tidak cocok susu sapi. Untuk itu, orang tua harus tetap tanggap dalam penanganan kondisi anak. ASI merupakan yang terbaik bagi anak yang tidak cocok susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk dapat diagnosa dan penanganan yang tepat.

Kondisi anak yang tidak cocok susu sapi juga tidak perlu khawatir dalam pemenuhan nutrisinya karena sesuai anjuran tenaga kesehatan atau dokter terdapat beberapa pilihan pengganti protein susu sapi seperti protein terhidrolisa ekstensif atau asam amino.

Namun, ujarnya, jika terdapat kendala dalam memperoleh alternatif tersebut dapat diberikan isolat protein soya sesuai dengan anjuran dan edukasi dari dokter.

"Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, penyerapan zat mineral tubuh, fungsi saraf, serta fungsi hormonal dari anak-anak yang mengkonsumsi isolat protein soya tidak berbeda dengan anak-anak yang mengkonsumsi susu sapi," paparnya.

Pakar gizi medik Saptawati Bardosono mengatakan, zat besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi kognitif anak, termasuk bagi anak yang dengan kondisi tidak cocok susu sapi.

Mendukung
Dengan mencukupi kebutuhan zat besi pada anak, diharapkan dapat mendukung ia mencapai tumbuh kembang yang maksimal dan terhindar dari dampak buruk akibat kekurangan zat besi seperti prestasi akademik yang menurun, mudah terserang penyakit, gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik, serta pertumbuhan fisik yang terhambat.

Senior Brand Manager SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, Anggi Morika Septie, mengatakan, tahun ini pihaknya menghadirkan inovasi produk untuk mendukung pemenuhan nutrisi lengkap dan seimbang bagi anak berusia di atas satu tahun dengan kondisi tidak cocok susu sapi.

Tujuannya, agar tetap bisa tumbuh maksimal dengan dukungan nutrisi dari SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang memiliki kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, IronC, serta Isolat Protein Soya berkualitas. Tidak hanya itu, pihaknya juga menghadirkan rangkaian program edukasi ‘Festival Soya Generasi Maju’ berlangsung pada 23 Maret-3 April 2021.

"Melaui Festival Soya Generasi Maju, kami berharap para bunda dapat makin tanggap dalam menangani kondisi tidak cocok susu sapi yang disertai risiko kekurangan zat besi pada anak serta dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap dan seimbang agar anak bisa tetap tumbuh maksimal dan siap jadi Anak Generasi Maju," tutup Anggi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Heboh! Ternyata Ini Alasan MilkLife Lactose Free Jadi Incaran di BTV Semesta Ramadan

Heboh! Ternyata Ini Alasan MilkLife Lactose Free Jadi Incaran di BTV Semesta Ramadan

LIFESTYLE
Pemerintah Tambah Impor 200.000 Sapi Perah untuk Genjot Produksi Susu

Pemerintah Tambah Impor 200.000 Sapi Perah untuk Genjot Produksi Susu

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon