ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inayes Edukasi Anak Muda Citayam Fashion Week Disiplin Prokes

Rabu, 27 Juli 2022 | 16:39 WIB
LT
CP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: PAAT
Indonesian Youth Economic Society (Inayes) bersama anak-anak muda Citayam Fashion Week di Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Indonesian Youth Economic Society (Inayes) bersama anak-anak muda Citayam Fashion Week di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. (Indonesian Youth Economic Society)

Jakarta, Beritasatu.com – Kreativitas anak-anak muda dalam Citayam Fashion Week (CFW) tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga kalangan pemuda lainnya yang ingin turut berpartisipasi. Indonesian Youth Economic Society (Inayes) ingin mengedukasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 terhadap anak-anak muda saat berkreasi dalam CFW di kawasan Dukuh Atas, Jakarta.

Ketua Umum Inayes Aldi Prastianto mengatakan edukasi mengenai prokes tentu membantu pemerintah dalam pencegahan penularan Covid-19 yang saat ini mulai mengalami peningkatan. Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian Inayes meningkatkan kesadaran anak-anak muda tetap disiplin dalam menerapkan prokes.

"Lokasi Dukuh Atas ini makin malam akan makin ramai. Di kerumunan ini juga banyak terlihat masyarakat yang berkunjung tidak menggunakan masker," kata Aldi Prastianto, Rabu (27/7/2022).

Baca Juga: DJKI: Baim Wong Tarik Permohonan Merek Citayam Fashion Week

ADVERTISEMENT

Aldi mengungkapkan Inayes mengajak para anak muda dan masyarakat yang melakukan kegiatan di kawasan tersebut tetap mematuhi prokes. "Dengan memakai masker, tidak berkerumunan, tertib, tidak membuat macet lalu lintas di kawasan sekitar dan menjaga fasilitas umum yang digunakan oleh banyak orang," ujar Aldi.

Hal lebih penting dalam edukasi yang dilakukan Inayes, menurut Aldi, adalah mengingatkan anak muda agar tidak melakukan kegiatan kreativitas sampai tengah malam. Paling tidak, pada pukul 21.00 WIB, generasi muda bersama masyarakat sudah dapat membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. "Mereka dapat membubarkan diri pada pukul 21.00 WIB, serta tidak membuang sampah sembarangan," tegas Aldi.

Aldi juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban lalu lintas, ketertiban umum, dan mematuhi prokes akan makin membuat kegiatan CFW dihargai publik.

Baca Juga: Bonge Bantah Terima Uang Rp 500 Juta Gara-gara Viral Citayam Fashion Week

"Meskipun adanya fenomena ini bisa dikatakan bangkitnya ekonomi kerakyatan dengan banyaknya pedagang keliling di sekitar Dukuh Atas, tetapi ketertiban dan fasilitas umum harus tetap dijaga, begitu juga dengan prokes Covid-19 tetap harus disiplin," ucapnya.

Diketahui, fenomena Citayam Fashion Week mengundang banyak perhatian dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial (medsos). Kegiatan ini berawal dari sejumlah remaja dari Citayam, Kabupaten Bogor, beraktivitas di kawasan Taman Dukuh Atas, berpakaian ala street fashion, seperti di Eropa maupun Korea.

Mereka pun melakukan catwalk di atas zebra cross dan diabadikan untuk dijadikan konten medsos. Alhasil, konten yang mereka buat menjadi viral. Saat ini, kawasan Taman Dukuh Atas menjadi tempat berkumpul anak-anak muda dari berbagai daerah dengan busana yang nyentrik dan unik. Mereka bergantian memperlihatkan cara berpakaian, seperti layaknya model papan atas.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon