ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polusi Udara Mengkhawatirkan, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker

Minggu, 13 Agustus 2023 | 07:01 WIB
MP
JS
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: JAS
Sejumlah warga pejalan kaki melintas memakai masker untuk melindungi diri dari debu dan polusi udara, di Jalan Sudirman,Jakarta, Jumat 11 Agustus 2023. Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga menggunakan masker untuk mengantisipasi polusi udara di Ibu Kota akibat polusi udara Jakarta dinilai sangat buruk.
Sejumlah warga pejalan kaki melintas memakai masker untuk melindungi diri dari debu dan polusi udara, di Jalan Sudirman,Jakarta, Jumat 11 Agustus 2023. Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga menggunakan masker untuk mengantisipasi polusi udara di Ibu Kota akibat polusi udara Jakarta dinilai sangat buruk. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, Konsultan Paru Kerja dan Lingkungan, dr Feni Fitriani Taufik mengatakan ada sejumlah cara yang dapat dilakukan masyarakat di tengah tingginya polusi udara, akhir-akhir ini. Mulai dari diri sendiri, masyarakat harus terinformasi dengan kondisi polusi setiap harinya dan menggunakan masker.

Dia menjelaskan saat ini sudah banyak tersedia aplikasi untuk mengetahui hal tersebut. Masyarakat juga dapat mengetahui kondisi polusi hari ini dengan melihat batas jarak pandang.

"Dengan mengetahui ada polusi, kita juga jadi lebih paham pada saat keluar bagaimana rsikonya. Penting banget keluar atau enggak, kalau bisa ditunda, ditunda. Kalau memang harus keluar optimalkan perlindungan diri, pakai masker," ujar dr Feni Fitriani Taufik kepada Beritasatu.com, Sabtu (12/8/2023).

"Jadi kalau dengan kondisi sekarang pas keluar, walaupun udah enggak Covid kayak jadi syarat ya (pakai masker). Apalagi kalau kita di pinggir jalan, jalan kaki atau naik kendaraan roda dua," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Feni melanjutkan apabila berkegiatan di luar ruangan perhatikan pula durasinya, usahakan agar tidak terlalu lama. Termasuk bagi masyarakat yang gemar berolahraga, mungkin dapat memilih di jam-jam saat kadar polusi tidak tinggi.

"Mungkin memilih olahraga yang tidak di jalan yang besar, mungkin dalam kompleks, di dalam stadion dan perhatikan jam-jam berapa yang kadar polusinya lumayan, enggak lagi tinggi-tingginya. Itu tipsnya buat masyarakat individu," terang dokter spesialis paru ini.

Diketahui, kendaraan menjadi salah satu penyumbang besar polusi udara. Maka dari itu, dianjurkan masyarakat menggunakan transportasi umum untuk bepergian. Ia pun menyarankan agar pemangku kebijakan dapat memperketat aturan uji emisi dan menyediakan transportasi ramah lingkungan.

Selain itu, melindungi diri dari polusi bukan hanya dari luar saja. Penting juga dari dalam, maka dari itu dr Feni mengingatkan masyarakat agar tidak merokok.

"Karena kan polusi udara sudah tinggi, rokok sengaja lagi dimasukkin ke dalam tubuh kita. Itu racunnya nanti jadi double-double. (Selanjutnya) kalau memang ada keluhan pernapasan, segera berobat, supaya enggak jadi lebih berat," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Feni juga mengungkapkan bahwa meski saat ini tubuh yang terpapar polusi tampak baik-baik saja, risiko untuk terkena penyakit tetap ada. Diketahui dalam polusi udara terdapat partikel mikroskopik yang dapat menyebabkan inflamasi.

"Sehingga risiko terjadinya strok, karena dia memengaruhi sistem saraf pusat, risiko hipertensi, risiko penyakit kardiovaskular, serangan jantung gangguan paru," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

NUSANTARA
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

NASIONAL
Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

LIFESTYLE
Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

LIFESTYLE
Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon