ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk, Jokowi Segera Usahakan Impor

Kamis, 9 Maret 2023 | 13:56 WIB
PL
MF
Penulis: Pudja Lestari | Editor: DIN
Presiden Jokowi (kanan) bersama Menhan Prabowo Subianto (tengah) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di lokasi panen raya padi di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Presiden Jokowi (kanan) bersama Menhan Prabowo Subianto (tengah) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di lokasi panen raya padi di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. (Instagram/ganjar_pranowo)

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam kunjungan kerjanya ke Kebumen, Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah petani yang sedang melakukan panen raya padi pada Kamis pagi (9/3/2023). Jokowi mengungkapkan para petani menyinggung soal kelangkaan pupuk.

Jokowi mengaku kelangkaan pupuk juga ditemukan di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Bandung. Jokowi menjelaskan dari data yang dimilikinya, kebutuhan pupuk nasional berada dalam besaran 13 juta ton, sementara pabrik industri pupuk baru mampu memproduksi sekitar 4 juta ton. Untuk menutupi kekurangan tersebut, pemerintah terpaksa mengimpor pupuk. "Impor kita 6.3 juta ton artinya memang kurang. Ini yang akan segera kita usahakan," ujar Jokowi di Kebumen, Jawa Tengah pada Kamis pagi (9/3/2023).

Dalam dialognya dengan petani, Jokowi mengungkapkan pupuk saat ini menjadi salah satu komoditas yang dibutuhkan oleh beberapa negara di dunia. Menurut Jokowi, produksi pupuk berkurang akibat bahan baku yang disuplai dari negara-negara lain terganggu akibat konflik Rusia dan Ukraina. "Tapi kita juga harus tahu tempat bahan baku maupun uji pupuk ini baru perang, itu Rusia dan Ukraina. Ini problem semua negara di dunia," ujar Jokowi.

ADVERTISEMENT

Jokowi juga mengungkapkan harga gabah kering panen (GKP) usai panen raya di sejumlah daerah terlampau rendah. Untuk memastikan kesejahteraan petani, Jokowi meminta Badan Pangan Nasional untuk menghitung ulang harga gabah yang wajar untuk petani yang nantinya akan berimbas pada harga beras di pedagang.

Setelah berdiskusi dengan para petani, Jokowi menyebut GKP jatuh di kisaran harga Rp 4.200 per kilogram. Harga GKP yang rendah tersebut ditemukan di sejumlah provinsi yang baru saja panen raya padi. "Saya tanya petani, GKPnya jatuh di harga 4.200 memang terlalu rendah, pemerintah sedang menghitung. Nanti segera diumumkan badan pangan, harga GKPnya berapa," ujarnya.

Jokowi berharap usai penghitungan ulang oleh Badan Pangan Nasional, harga beras di pasaran akan kembali wajar, yakni berada di kisaran harga yang menguntungkan petani namun masih dapat dibeli oleh masyarakat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

EKONOMI
Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

JAWA TENGAH
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

NASIONAL
Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

NASIONAL
JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon