ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

1,5 Juta Peserta BPJS Kesehatan Punya Risiko Hipertensi

Rabu, 29 Maret 2023 | 19:39 WIB
PA
FB
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FMB
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti memberi sambutan dalam acara pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah mencapai cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC), di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa, 14 Maret 2023. 
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti memberi sambutan dalam acara pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah mencapai cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC), di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa, 14 Maret 2023.  (B Universe Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menemukan ada sebanyak 1,5 juta peserta berisiko memiliki penyakit hipertensi di tahun 2022. Dalam screening lanjutan, sebanyak 12% atau sekitar 180 ribu peserta terdiagnosa memiliki penyakit hipertensi.

Temuan itu hasil dari gencarnya BPJS Kesehatan mengembangkan program promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif serta penguatan peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Adapun program diimplementasikan melalui upaya Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) mulai skrining riwayat kesehatan, pelayanan penapisan tertentu, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB) yang bekerja sama dengan FKTP.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan, peserta dengan potensi penyakit hipertensi itu ditemukan dari skrining terhadap sebanyak 15,5 juta peserta sepanjang tahun lalu. Langkah ini menjadi bagian menekan penyakit hipertensi, dengan penyediaan layanan yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

"Untuk itu, kami menekankan screening riwayat kesehatan ini penting dan harus rutin dilakukan peserta. Kami juga mendorong FKTP juga dapat mengoptimalkan Prolanis dan PRB sebagai salah satu upaya pengendalian penyakit hipertensi ini," ujar Ghufron dalam keterangannya, Rabu (29/3/2023).

Hipertensi sendiri merupakan kontributor utama terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke, yang ketiganya masuk dalam kategori penyakit katastropik yang berbiaya tinggi. Terlepas dari promotif dan preventif, hal ini punya relevansi menjaga ketahanan dana jaminan sosial (DJS) agar tidak kembali ke posisi defisit.

Adapun untuk peserta yang terdiagnosa penyakit hipertensi dapat mengikuti Prolanis di FKTP dan akan mendapatkan pelayanan konsultasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, pelayanan obat, edukasi kesehatan, senam prolanis dan pemantauan status kesehatan. Peserta juga mendapatkan pelayanan obat rutin sesuai ketentuan melalui Program Rujuk Balik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

9.401 Peserta BPJS Penerima Bantuan Masih Hilang

9.401 Peserta BPJS Penerima Bantuan Masih Hilang

NASIONAL
BPS: 3.934 Peserta PBI JKN dengan Penyakit Katastropik Meninggal

BPS: 3.934 Peserta PBI JKN dengan Penyakit Katastropik Meninggal

NASIONAL
Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

LIFESTYLE
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil

Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil

NASIONAL
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik

Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik

NASIONAL
BPJS Kesehatan Siagakan Posko dan Layanan JKN Saat Mudik Lebaran

BPJS Kesehatan Siagakan Posko dan Layanan JKN Saat Mudik Lebaran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT