Menteri Nasdem Tersangka, Apa Efek Suara di Pemilu 2024?
Senin, 7 Agustus 2023 | 11:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Penetapan Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika sekaligus Sekjen Partai Nasdem, Johnny Gerard Plate sebagai tersangka kasus pengadaaan proyek base transceiver station (BTS) 4G telah memasuki tahap persidangan.
Terlepas statusnya sebagai menteri yang bertanggung jawab atas kasus yang merugikan negara hingga Rp 8,032 triliun, banyak masyarakat menilai penetapan Johnny sebagai tersangka sarat akan kepentingan politik. Apalagi partai Nasdem tempat Johnny tergabung telah mengumumkan bakal calon presiden mereka, Anies Baswedan, yang kerap dianggap berseberangan dengan pemerintah pusat. Padahal Nasdem selama 2 periode pemerintah Presiden Jokowi selalu berada di koalisi pemerintahan.
Pengamat Politik Ahmad Khoirul Umam, berargumen penetapan Menkominfo bisa diartikan sebagai "hukuman dan peringatan" kepada Partai Nasdem karena mendahului kewenangan Jokowi dengan mendeklarasikan bacapres Anies Baswedan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD telah membantah adanya intervensi pemerintah karena kasus BTS ini sudah diusut oleh kejaksaan agung sudah lama dan sudah memenuhi syarat dua alat bukti.
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh sudah menargetkan partainya mampu meraih suara terbanyak kedua pada Pileg 2024. Hal ini disampaikannya pada saat acara orientasi dan bimbingan teknis bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Nasdem se-Pulau Sulawesi yang berlangsung bulan Juni lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Adanya kasus BTS yang menerpa kadernya akan menjadi hambatan yang besar untuk mencapai target tersebut.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai kasus BTS 4G tentu merusak persepsi publik terhadap Partai Nasdem dan bisa jadi para calon pemilih Nasdem berpindah memilih partai lain pada Pileg mendatang. Ini bisa semakin parah jika penyelesaian kasus ini bergulir hingga mendektai hari pemilihan pada 14 Februari 2024.
Jika melihat hasil suvei Indikator Politik Indonesia yang dilaksankan pada 20-24 Juni 2023, Partai Nasdem mendapat elektabilitas 5% turun 1,4% dibandingkan survei bulan April 2023.
Meski perlu diingat, partai Nasdem terkenal dengan partai yang berorientasi pada tokoh. Pada Pemilu 2019m Nasdem pada setiap hasil survei ketika itu diprediksi hanya mendapat sekitar 4% suara, tetapi pada Pemilu 2019 partai besutan Surya Paloh ini meraih 9,05% suara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




