ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Guru Besar IAIN: Esensi Perayaan Maulid adalah Keikhlasan dan Toleransi

Sabtu, 30 September 2023 | 02:15 WIB
A
BW
Penulis: Antara | Editor: BW
Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Prof. Khairil Anwar
Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Prof. Khairil Anwar (Antara )

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Khairil Anwar mengatakan, perayaan Maulid merupakan bentuk kecintaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad dan salah satu esensi ajaran Rasulullah SAW, adalah toleransi. Esensi dari Maulid Nabi Muhammad adalah keikhlasan dan toleransi.

Menurut Khairil, yang perlu diingatkan juga adalah bahwa Nabi Muhammad diutus dengan agama yang lurus, ikhlas, dan penuh toleransi.

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki perbedaan budaya yang sangat beragam. Oleh karena itu, perlu disikapi dengan rasa ikhlas, terutama ikhlas beragama semata-mata karena Allah.

ADVERTISEMENT

"Jika seseorang bisa memiliki rasa ikhlas ketika beribadah pada Allah, maka ia bisa ikhlas dengan sesama manusia walaupun berbeda budayanya atau kepercayaannya," kata Khairil, terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (29/9/2023).

Menurut Khairil, umat manusia semuanya harus bisa menjadi pribadi yang toleran terhadap perbedaan, baik berbeda dengan sesama umat Islam, berbeda antarumat beragama.

"Jadi itulah hikmah kita mengadakan Maulid untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain membawa risalah Islam yang rahmatan al-alamin, Rasulullah juga ditugaskan untuk menyempurnakan akhlak manusia, serta mencontohkan rasa ikhlas dan toleransi dalam beribadah kepada Allah serta umat manusia secara keseluruhan," ujarnya.

Khairil pun menyinggung soal beberapa kalangan dari umat Islam yang menganggap bahwa perayaan Maulid itu adalah bidah.

Dia menjelaskan, mereka yang berpikiran seperti ini sebenarnya belum mengetahui ajaran Islam secara komprehensif dan mendalam. Sejatinya perayaan Maulid dan Isra Mi’raj itu bukanlah bidah karena tidak ada prinsip beragama yang kita langgar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon