Apa Itu Penyakit Ain Secara Islam? Simak Penjelasannya
Jumat, 24 Mei 2024 | 14:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Setelah penantian yang panjang selama menikah, penyanyi Syahrini dan Pebisnis Reino Barack akhirnya akan segera memilik momongan. Kabar bahagia ini diumumkan melalui laman Instagram @princessyahrini.
Namun, sebelum menyebarkan informasi tersebut Syahrini sempat berdoa agar dijauhkan dari penyakit ain. Apa itu penyakit ain? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Syahrini Berdoa Dijauhkan dari Penyakit Ain Sebelum Umumkan Kehamilan, Apa Dampaknya?
Apa Itu Penyakit Ain
Ain menurut bahasa adalah melihat. Seseorang yang melihat disebut dengan ain sementara yang dilihat (korban) disebut dengan ma’in atau ma’yun. Maka secara istilah ain merupakan pandangan mata yang bercampur dengan hasad dari jiwa yang buruk yang bisa menyebabkan kerusakan pada sesuatu yang dilihatnya.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan, bahwa ain adalah penyakit yang berasal dari jiwa seseorang yang dengki melalui pandangan matanya. Orang yang memandang terkadang menyebabkan dampak dan terkadang tidak menimbulkan dampak orang yang dilihatnya.
Apabila menimpa orang yang tidak memiliki penjagaan seperti zikir dan ibadah yang kuat, maka bisa terkena pengaruhnya dan jika menimpa orang yang mempunyai penjagaan yang kuat, maka panah tersebut tidak mampu menembusnya. Rasulullah bersabda:
الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ
Artinya: Ain itu benar-benar ada! andaikan ada sesuatu yang mendahului takdir, sungguh ain itu yang bisa mendahuluinya (HR Muslim No. 2188).
Penyakit ‘ain sudah ada sejak dahulu kala, dan Rasulullah Saw membenarkan hal tersebut. Beliau mengajarkan kepada umatnya untuk banyak berzikir mendekatkan diri pada Allah Swt agar terhindar dari penyakit ‘ain.
Bagaimana Orang Terkena Penyakit Ain
Penyakit ain terjadi dari pandangan mata seseorang yang melihatnya. Pandangan mata bisa memunculkan rasa tidak suka (hasad) terhadap yang dilihat.
Oleh karena itu, tambahkanlah kalimat “Masya Allah” saat memuji diri sendiri maupun orang lain, agar terhindar dari ‘ain. Rasulullah bersabda:
إِذَارَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكُهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
Artinya: Jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena A'in itu benar adanya. (HR An-Nasa'i No. 10872).
Dijelaskan juga dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 32 tentang agar menghindari kebiasaan berangan-angan yang menimbulkan sifat iri dan dengki kepada sesama yang akhirnya dapat timbul pada penyakit ain.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْاۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَۗ وَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Artinya: Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu (An-Nisa ayat 32).
Pada dasarnya tidak ada yang didapat dari rasa iri melainkan keletihan jiwa. Maka mohonlah kepada Allah Swt dengan tulus agar dianugerahi, sebab karunia-Nya dapat meliputi seluruh manusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
PSM Makassar vs Persis Solo, Tekanan Misi 3 Poin Kandang




