Apakah Sistem Penilaian UTBK SNBT 2025 Gunakan IRT? Ini Penjelasannya
Senin, 14 April 2025 | 13:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2025, yang merupakan bagian dari ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, kembali menjadi sorotan menjelang pelaksanaannya pada 23 April 2025 hingga 3 Mei 2025.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari siswa dan orang tua adalah, apakah UTBK SNBT 2025 masih akan menggunakan sistem item response theory (IRT)? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Sejak 2018, pemerintah mengubah metode penilaian dalam UTBK. Sebelumnya, hingga 2017, penilaian dilakukan dengan sistem skor, yakni jawaban benar diberi nilai 4, jawaban salah diberi penalti -1, dan soal yang tidak dijawab mendapat nilai 0.
Namun mulai 2018, sistem penilaian beralih ke teori respons butir atau IRT. Hingga 2024, sistem IRT masih digunakan, dan metode ini akan tetap diterapkan dalam UTBK SNBT 2025.
Apa Itu Sistem IRT?
IRT adalah metode penilaian yang mengukur kemampuan peserta berdasarkan karakteristik tiap soal, bukan hanya jumlah soal yang dijawab dengan benar.
Setiap soal dalam IRT memiliki tiga parameter utama, yaitu tingkat kesulitan soal, kemampuan soal membedakan peserta berdasarkan tingkat kemampuan, serta kemungkinan peserta menjawab secara acak.
Dengan pendekatan ini, menjawab soal sulit akan memberikan nilai lebih besar dibandingkan soal yang mudah. Jadi, bobot nilai ditentukan bukan hanya dari benar atau salah, tetapi dari kualitas soal yang dijawab.
Tiga Tahap Penilaian IRT dalam UTBK
Penilaian dalam UTBK SNBT dilakukan dalam tiga tahap, seperti berikut ini.
- Setelah lembar jawaban dikumpulkan, penyelenggara ujian akan mengklasifikasikan jawaban menjadi tiga kategori, yaitu benar, salah, dan kosong. Jawaban yang benar akan mendapatkan poin 1, sedangkan jawaban yang kosong akan mendapatkan poin 0.
- Kemudian, sistem akan menganalisis karakteristik soal-soal yang telah dijawab dengan menggunakan IRT. Artinya, sistem ini akan mengevaluasi tingkat kesulitan soal berdasarkan banyaknya peserta yang berhasil menjawab soal dengan benar.
- Setelah karakteristik soal diketahui pada tahap kedua, hasil tersebut akan digunakan untuk menghitung skor peserta UTBK. Semakin sulit suatu soal, semakin besar bobot nilai yang diberikan untuk soal tersebut.
Keuntungan Sistem IRT
Sistem IRT menawarkan sejumlah kelebihan, seperti berikut ini.
- Tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban yang salah.
- Peserta tidak perlu takut menebak jawaban, karena penalti tidak diberlakukan.
- Bobot nilai dihitung setelah ujian selesai, sehingga peserta bisa fokus mengerjakan tanpa terbebani soal nilai saat ujian berlangsung.
Strategi Mengerjakan Soal UTBK dengan Sistem IRT
Agar bisa memaksimalkan hasil, ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan:
- Jawab semua soal: Karena tidak ada pengurangan nilai, isilah semua jawaban sebisa mungkin.
- Gunakan metode eliminasi: Jika lupa rumus atau bingung, coba eliminasi pilihan jawaban yang salah untuk memperbesar peluang menjawab benar.
- Jangan terlalu fokus pada skor: Ingat, nilai akan dihitung setelah ujian selesai. Fokus saja pada mengerjakan soal semaksimal mungkin.
UTBK SNBT 2025 dipastikan tetap menggunakan sistem IRT. Sistem ini dianggap lebih adil, objektif, dan akurat dalam mengukur kemampuan akademik peserta. Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami cara kerja sistem ini dan menyesuaikan strategi belajar agar bisa meraih hasil terbaik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
PSM Makassar vs Persis Solo, Tekanan Misi 3 Poin Kandang




