Kepala BP Haji: Aceh Warisan Peradaban Haji Nusantara
Minggu, 18 Mei 2025 | 12:31 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com – Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Moch Irfan Yusuf resmi melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama Provinsi Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025).
Dalam sambutannya, Gus Irfan menegaskan Aceh bukan sekadar wilayah administratif, tetapi merupakan titik awal peradaban haji di Nusantara sejak abad ke-16 Masehi.
“Dari Pelabuhan Ulee Lheue, gema takbir dan talbiyah pernah menggetarkan lautan menuju Tanah Suci. Gema itu adalah warisan peradaban Islam yang berakar kuat di masyarakat Aceh,” ujarnya di hadapan para jemaah haji dan tamu undangan.
Menurut Gus Irfan, ibadah haji tidak hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan juga refleksi dari cita-cita spiritual dan sosial umat Islam.
Ia mencontohkan sosok tokoh ulama besar asal Aceh Syekh Abdurrauf as-Singkili sebagai teladan haji yang pulang membawa ilmu dan nilai-nilai peradaban Islam, membangun pendidikan dan penguatan umat di Tanah Air.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar terhadap kelancaran dan kualitas penyelenggaraan haji.
“Presiden menekankan pentingnya pelayanan terbaik bagi jemaah. Karena itu, BP Haji RI dibentuk untuk memastikan jemaah berangkat dengan baik, sehat, selamat, dan pulang dalam keadaan mabrur,” tegasnya.
Irfan juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, dan sukses keadaban serta peradaban.
Menurutnya, nilai-nilai ini telah lama diamalkan para ulama Aceh. Gus Irfan juga berpesan khusus kepada seluruh petugas haji agar mengutamakan pelayanan kepada jemaah, bahkan di atas ibadah pribadi ketika keduanya berbenturan.
Turut hadir dalam pelepasan jemaah haji itu Gubernur Aceh Muzakkir Manaf yang menekankan pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah haji.
“Semoga jemaah haji Aceh tahun ini meraih kemabruran yang sejati,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Azhari dalam laporannya menyampaikan kloter pertama haji Aceh terdiri dari 393 jemaah dan tujuh petugas yang akan menempati Sektor 9 Misfalah di Makkah.
Jamaah termuda kloter satu haji Aceh, adalah Sakina (20) asal Banda Aceh, sedangkan yang tertua Taqiyah binti Moh Yusuf (87).
Jumlah jemaah haji asal Aceh tahun ini mencapai 4.378 orang. Adapun masa tunggu haji di Aceh saat ini mencapai 34 tahun, dengan lebih dari 135.915 calon jemaah dalam daftar antrean.
Pelepasan kloter pertama jemaah haji ini menjadi simbol komitmen Aceh dalam menjaga tradisi dan semangat spiritual umat. Dengan akar sejarah yang kuat dan semangat pelayanan yang tinggi, Aceh kembali menunjukkan dirinya bukan hanya sebagai Serambi Makkah, tetapi juga sebagai teladan nasional dalam penyelenggaraan haji yang berdampak dan berkeadaban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




