Bukan Jam 6 Pagi, Ini Waktu Terbaik Masuk Sekolah Menurut Penelitian
Selasa, 3 Juni 2025 | 12:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali memicu perbincangan publik setelah menggagas kebijakan masuk sekolah jam 6 pagi.
Aturan ini tertuang dalam surat edaran Gubernur Jabar Nomor 51/PA.03/Disdik yang juga mencakup pembelajaran Senin hingga Jumat serta jam malam bagi pelajar. Kebijakan ini sebelumnya telah ia uji coba saat menjabat sebagai bupati Purwakarta.
Menurut Dedi, inisiatif ini bertujuan membentuk karakter pelajar yang disiplin, cekatan, dan berakhlak baik. Namun, rencana tersebut menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat sipil, orang tua murid, hingga para guru.
Banyak yang mempertanyakan apakah waktu masuk sekolah pukul 06.00 pagi benar-benar ideal? Apalagi jika dikaitkan dengan kesehatan dan perkembangan remaja. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ulasan lengkapnya!
Waktu Tidur Ideal Remaja Sekolah
Penelitian internasional justru menunjukkan bahwa waktu masuk sekolah yang terlalu pagi bisa berdampak negatif bagi siswa. Berdasarkan penelitian ilmiah berjudul "School Start Times, Sleep, Behavioral, Health, and Academic Outcomes" oleh Wheaton, Chapman, dan Croft, remaja idealnya membutuhkan sekitar 9 jam tidur per malam.
Namun kenyataannya, kurang dari 8% siswa SMA yang benar-benar mencapai waktu tidur tersebut. Bahkan, jumlah siswa yang tidur 8 jam atau lebih terus menurun seiring naiknya tingkat kelas. Hanya sekitar seperempat siswa kelas 12 yang memenuhi durasi tidur tersebut.
Kurang tidur pada remaja terbukti berdampak luas dan serius:
- Kesehatan fisik dan mental menurun: Kurang tidur meningkatkan risiko obesitas, penurunan aktivitas fisik, serta konsumsi makanan berlebihan akibat gangguan hormon pengatur nafsu makan.
- Masalah psikologis: Banyak penelitian mengaitkan kurang tidur dengan gejala depresi, keinginan bunuh diri, serta meningkatnya tingkat stres.
- Perilaku berisiko: Siswa yang kurang tidur lebih cenderung merokok, mengonsumsi alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, hingga terlibat dalam kekerasan atau perilaku seksual yang tidak sehat.
- Penurunan kinerja akademik: Kurang tidur dikaitkan dengan kesulitan konsentrasi, keterlambatan, serta turunnya prestasi belajar.
- Keselamatan terganggu: Risiko kecelakaan lalu lintas dan cedera tidak disengaja meningkat karena remaja tidak dalam kondisi siaga optimal.
Karena itu, American Academy of Pediatrics sejak 2014 merekomendasikan agar waktu masuk sekolah untuk jenjang SMP dan SMA tidak lebih awal dari pukul 08.30. Rekomendasi ini dikeluarkan dengan tujuan mendukung kesehatan fisik dan mental, keselamatan, serta kualitas hidup siswa.
Fakta Lapangan Mendukung Waktu Masuk Lebih Siang
Penelitian dari University of Minnesota yang melibatkan delapan sekolah menunjukkan korelasi antara waktu mulai sekolah dan prestasi akademik.
Dalam studi ini ditemukan bahwa siswa dari distrik yang masuk sekolah pukul 08.30 memiliki nilai rata-rata 7,1. Sebaliknya, siswa dari distrik yang mulai pukul 07.30 hanya mencatat rata-rata nilai 6,4 hingga 6,5.
Lebih lanjut, penundaan waktu masuk sekolah juga menunjukkan dampak positif lain, yaitu:
- Keterlambatan dan ketidakhadiran berkurang secara signifikan.
- Jumlah siswa yang tertidur di kelas menurun.
- Kualitas perhatian dan konsentrasi meningkat.
- Kemampuan kognitif membaik, termasuk waktu reaksi dan penyelesaian tugas.
Penelitian di Norwegia menguatkan temuan ini, di mana keterlambatan waktu masuk pada hari Senin menghasilkan peningkatan signifikan dalam kinerja siswa, termasuk kecepatan dan akurasi reaksi.
Sementara itu, studi di Spanyol menemukan bahwa siswa yang sekolahnya dimulai pukul 08.15 menunjukkan tingkat perhatian terbaik dibanding sekolah yang mulai jam 08.00 atau 08.30.
Temuan-temuan ini konsisten menyimpulkan bahwa waktu mulai sekolah yang lebih siang minimal jam 08.00 berkontribusi positif terhadap aspek akademik, psikologis, dan sosial siswa.
Dengan demikian, data ilmiah menunjukkan bahwa kebijakan masuk sekolah terlalu pagi justru bisa kontraproduktif. Dibanding membentuk karakter, kurang tidur dapat mengganggu kesehatan mental dan fisik siswa serta menurunkan prestasi mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




