Menpora Dicopot, Taufik Hidayat: Tak Ganggu Persiapan SEA Games 2025
Rabu, 10 September 2025 | 08:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat memastikan bahwa program Kemenpora, termasuk persiapan Indonesia untuk SEA Games 2025 di Thailand, tidak akan terganggu. Hal ini ditegaskannya meskipun posisi menpora saat ini kosong setelah Dito Ariotedjo dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.
Taufik memastikan setiap program olahraga maupun kepemudaan di Kemenpora tetap berjalan sesuai rencana, termasuk persiapan atlet-atlet menghadapi SEA Games yang akan berlangsung pada Desember 2025.
"Tidak ada terganggu (persiapan SEA Games). Kita tetap jalan persiapan kok itu, kan yang berganti bukan atletnya, kecuali kalau atletnya yang diganti," kata Taufik Hidayat kepada wartawan seusai memberikan sambutan pada puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 2025 di GOR POPKI, Kompleks Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), Jambore, Cibubur, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Ia menjelaskan pergantian menpora tidak berdampak terhadap persiapan para atlet yang sudah mengikuti program pemusatan latihan nasional (pelatnas) menjelang pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.
Taufik mengatakan peta jalan atau roadmap olahraga prestasi Indonesia yang tertuang dalam desain besar olahraga nasional (DBON) termasuk pembinaan olahraga Indonesia saat ini terus berjalan sesuai yang direncanakan.
Menurut Taufik, selama dua tahun menjabat sebagai menpora, Dito Ariotedjo telah melakukan banyak hal, termasuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak di luar kementerian. Taufik menegaskan akan melanjutkan program-program tersebut.
"Hal yang baik dan yang positif kami akan teruskan legasinya untuk ke depannya," kata mantan atlet nasional bulu tangkis peraih emas Olimpiade 2004 ini.
Haornas ke-42 2025 di GOR POPKI dihadiri 2.500 peserta. Tema kegiatannya "Olahraga Satukan Kita" dan menjadi momentum penting untuk menggalakkan semangat berolahraga di seluruh penjuru negeri.
“Tema ini bukanlah sekadar kalimat indah, tetapi sebuah falsafah yang dalam. Bung Karno pernah berkata, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya. Hari ini, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kesehatan rakyatnya dan menjadikan olahraga sebagai jalan persatuan,” kata Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Sri Wahyuni.
Menurutnya, pepatah "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" sangat sejalan dengan semangat olahraga yang menuntut untuk saling percaya dan bergerak bersama di lapangan.
Wahyuni mengatakan olahraga telah terbukti menyatukan bangsa. Contohnya saat tim nasional bertanding, semua warga Indonesia bersatu memberikan dukungan tanpa memandang suku, agama ataupun golongan. Begitu juga saat bendera merah putih dikibarkan di panggung dunia, jutaan rakyat Indonesia meneteskan air mata haru.
“Inilah kekuatan olahraga, dia melampaui perbedaan dan menjahit keberagaman menjadi kain persatuan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




