Taufik Hidayat: Tanpa Iie Sumirat Saya Tak Akan Seperti Ini
Rabu, 23 Juli 2025 | 13:22 WIB
Bandung, Beritasatu.com — Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian legenda bulu tangkis Indonesia, Iie Sumirat. Sosok yang tak hanya menjadi pelatih, tetapi juga orang tua dan mentor sejak awal kariernya.
Taufik mengenang bagaimana Iie Sumirat adalah figur kunci yang menemukan dan membimbingnya sejak usia dini. “Saya tidak akan bisa sampai sejauh ini tanpa beliau. Dari umur 9 sampai 14 tahun saya berlatih di bawah bimbingannya. Beliau yang membentuk dasar-dasar permainan saya,” ujar Taufik di Bandung, Rabu (23/7/2025).
Iie Sumirat, kelahiran Bandung 15 November 1950, adalah orang pertama yang menemukan bakat Taufik kecil di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sejak saat itu, Iie menjadi pelatih awal perjalanan Taufik menuju kejayaan sebagai juara dunia dan peraih emas Olimpiade Athena 2004.
“Beliau yang menemukan dan membesarkan saya dalam bulu tangkis. Saya sangat kehilangan. Sebenarnya sudah ingin menjenguk sejak beliau sakit, tetapi belum sempat. Begitu dapat kabar, saya langsung datang ke sini,” ucap Taufik dengan mata berkaca-kaca.
Kedekatan Taufik dengan almarhum tak hanya sebatas pelatih dan murid. Iie sudah dianggap seperti keluarga sendiri. “Saat kecil saya sering tidur di rumahnya kalau habis latihan. Sampai sekarang rumahnya masih berdampingan dengan lapangan tempat kami berlatih,” kenangnya.
BACA JUGA
Iie Sumirat Dimakamkan di Bandung
Iie Sumirat dikenal sebagai salah satu pilar kejayaan bulu tangkis Indonesia pada era 1970-an. Ia menjadi bagian penting dalam membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas pada 1976 dan 1979. Selain itu, Iie juga menyumbang prestasi individu dengan merebut medali perunggu di Kejuaraan Dunia 1977, edisi perdana turnamen tersebut.
Kontribusinya terhadap bulu tangkis nasional tak berhenti saat ia pensiun bermain. Sebagai pelatih, Iie telah mewariskan ilmunya dan melahirkan generasi baru pebulu tangkis hebat, termasuk Taufik Hidayat, yang namanya kini melegenda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




