Taufik Hidayat Kenang Iie Sumirat sebagai Sosok Penuh Jasa
Rabu, 23 Juli 2025 | 06:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat menyampaikan belasungkawa atas kepergian legenda bulu tangkis Indonesia, Iie Sumirat, yang wafat pada Selasa (22/7/2025). Bagi Taufik, Iie bukan sekadar pelatih, tetapi juga sosok yang berjasa besar dalam membentuk perjalanan kariernya.
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Dunia bulu tangkis Indonesia berduka atas kepergian salah satu legendanya, Kang Iie Sumirat. Saya pribadi merasa sangat kehilangan,” ujar Taufik dalam pernyataannya di Jakarta.
Taufik, yang kini menjabat sebagai wakil menteri pemuda dan olahraga, mengenal Iie sejak masa-masa awalnya di dunia bulu tangkis, saat bergabung di klub SGS Bandung pada akhir 1980-an. Saat itu, Iie menjadi pelatih yang memperkenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis serta membentuk karakter bermainnya.
“Saya bisa seperti sekarang karena fondasi yang beliau tanamkan sejak awal,” ucap peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu.
Karena jarak rumahnya yang jauh di Pangalengan, Taufik sering menginap di rumah Kang Iie agar bisa mengikuti latihan tepat waktu. Kedekatan itu membuat hubungan mereka lebih dari sekadar pelatih dan atlet, seperti keluarga.
“Beliau sudah seperti orang tua bagi saya. Rumahnya jadi tempat saya bernaung agar tak telat berlatih,” kenangnya.
Menurut Taufik, keistimewaan gaya bermain yang ia miliki berasal dari metode pelatihan Kang Iie yang unik. Banyak teknik pukulan khas yang diajarkan sang pelatih dianggap tak lazim, tetapi justru menjadi keunggulan tersendiri di lapangan.
“Teknik-teknik istimewa itu saya pelajari dari Kang Iie. Pukulan-pukulan yang tidak bisa ditemukan di buku mana pun,” katanya.
Taufik juga menyebut bahwa semasa kecil, ia sangat mengidolakan sosok Iie Sumirat yang tampil luar biasa saat membela tim nasional Indonesia di ajang Piala Thomas.
“Saya begitu mengagumi penampilan heroik Kang Iie saat tampil di Piala Thomas. Itu sangat membekas,” ucapnya.
Iie Sumirat dikenal sebagai salah satu bintang bulu tangkis era 1970-an. Ia ikut mengantarkan Indonesia menjuarai Piala Thomas pada 1976 dan kembali menjadi pilar utama tim pada edisi 1979.
Di level individu, Iie pernah meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 1977 dan menjuarai Kejuaraan Invitasi Asia 1976 di Bangkok setelah menumbangkan pemain top China, Hou Jiachang.
Meski telah pensiun, dedikasi Iie untuk dunia bulu tangkis tak pernah pudar. Ia terus melatih dan membina atlet-atlet muda di klub SGS Bandung. Perannya turut melahirkan generasi baru pebulu tangkis Indonesia.
“Tanpa beliau, saya bukanlah siapa-siapa. Warisan semangat dan prestasinya adalah tanggung jawab kita untuk teruskan,” ujar Taufik.
“Selamat jalan, Kang Iie. Jasa dan pengabdianmu bagi bulu tangkis Indonesia tak akan pernah terlupakan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




