BGN Terapkan Alat Uji Makanan di SPPG Polri untuk Cegah Keracunan MBG
Rabu, 1 Oktober 2025 | 12:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan setiap makanan yang disajikan dalam program makan bergizi gratis (MBG) kini diuji terlebih dahulu dengan alat rapid test makanan sebelum diedarkan. Penerapan teknologi ini telah dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri sebagai bagian dari upaya mencegah kasus keracunan.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Presiden memerintahkan agar di setiap SPPG tersedia alat rapid test untuk menguji makanan yang sudah dimasak sebelum diedarkan. Hal ini sudah diterapkan di SPPG Polri,” ujar Dadan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Sebelumnya, Dadan melaporkan hingga 30 September 2025 tercatat 6.456 penerima manfaat MBG terdampak kasus keracunan. BGN pun menutup sementara sejumlah SPPG yang terbukti melanggar SOP hingga proses perbaikan selesai.
“SPPG yang tidak mematuhi SOP dan menimbulkan kegaduhan langsung kami tutup sementara. Perbaikan wajib dilakukan sebelum beroperasi kembali,” tegasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah memperketat standar di program MBG. Beberapa langkah yang ditempuh, antara lain:
- Seleksi ketat penyuplai bahan baku makanan.
- Kewajiban Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG.
- Kewajiban alat sterilisasi untuk memastikan peralatan makan penerima manfaat selalu higienis.
Dadan mengungkapkan sebagian besar kasus keracunan terjadi akibat ketidakpatuhan SPPG terhadap standard operating procedure (SOP).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




