Bareskrim Belum Tangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama, Ini Kendalanya
Kamis, 23 Oktober 2025 | 06:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gembong narkoba Fredy Pratama masih menjadi buronan Polri hingga kini. Meski telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014, keberadaannya belum berhasil dilacak. Polri mengakui ada sejumlah kendala dalam proses pengejaran terhadap jaringan narkoba internasional yang dikendalikan Fredy.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyebut hambatan utama dalam memburu Fredy Pratama adalah pergerakan sang gembong yang sangat lincah dan kerap berpindah-pindah lokasi.
“Kendala utamanya, yang dikejar lari-lari. Pindah-pindah sana sini,” ujar Eko Hadi di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Eko menegaskan, dalam kasus sebesar ini, hambatan di lapangan merupakan hal yang wajar. Namun, pihaknya tetap berkomitmen mencari solusi agar Fredy Pratama bisa segera ditangkap dan diproses hukum.
“Kendala dalam mengejar seorang buron pasti ada, tetapi kami terus mencari solusi agar penegakan hukumnya tetap berjalan,” tegasnya.
Menurut Eko, Polri telah mengajukan red notice ke Interpol melalui Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, karena kuat dugaan Fredy saat ini tidak berada di wilayah hukum Indonesia.
“Hubinter bekerja sama dengan Interpol dan lembaga terkait lainnya karena orangnya tidak ada di wilayah hukum kita,” ungkap Eko.
Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia yang disebut-sebut sebagai salah satu pengendali jaringan peredaran narkoba internasional dari Thailand. Ia dijuluki sebagai “Escobar Asia Tenggara” karena skala jaringan dan volume peredaran narkoba yang dikendalikannya.
Sejak masuk daftar DPO Polri pada 2014, Fredy diduga terus berpindah negara untuk menghindari kejaran aparat. Thailand disebut sebagai salah satu lokasi persembunyiannya. Ia diduga masih mengatur distribusi sabu-sabu dan ekstasi ke Indonesia melalui jaringan lintas negara.
Meski pengejarannya telah berlangsung lama, Bareskrim Polri memastikan koordinasi internasional akan terus diperkuat untuk menangkap sang buron. Penangkapan Fredy Pratama menjadi prioritas karena perannya sebagai otak di balik banyak kasus penyelundupan narkoba di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




