Bareskrim Tangkap Pengendali Keuangan Fredy Pratama dari Malaysia
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Frans Antoni (FA), yang diduga berperan sebagai pengendali keuangan dalam jaringan gembong narkoba internasional Fredy Pratama.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengungkapkan Frans Antoni dibawa dari Malaysia dan tiba di Jakarta pada Jumat (19/6/2026) siang.
Berdasarkan pantauan Antara di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Frans Antoni tiba sekitar pukul 15.28 WIB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Saat turun dari kendaraan, Frans terlihat mengenakan pakaian serba gelap, yakni kaus hitam, celana abu-abu, serta sepatu hitam. Tangannya diborgol ketika digiring menuju ruang pemeriksaan.
Di belakang Frans, petugas juga membawa seorang perempuan yang menutupi wajahnya menggunakan masker. Hingga kini, identitas maupun keterlibatan perempuan tersebut belum dijelaskan oleh pihak kepolisian.
Ketika dicecar pertanyaan oleh wartawan mengenai perannya dalam jaringan narkoba Fredy Pratama, Frans Antoni memilih bungkam. Ia langsung memasuki gedung Bareskrim mengikuti arahan petugas tanpa memberikan pernyataan.
Frans Antoni diduga memiliki peran penting dalam mengatur aliran dana jaringan narkotika yang dikendalikan Fredy Pratama.
Sebagai informasi, Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia yang diduga menjadi otak jaringan peredaran narkotika internasional. Ia disebut mengendalikan operasinya dari Thailand dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014.
Kasus Fredy Pratama menjadi salah satu prioritas penanganan aparat penegak hukum karena jaringan yang dipimpinnya diduga beroperasi lintas negara dengan skala peredaran narkotika yang sangat besar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




