Koordinasi Penanganan Bencana di Sumatera, Kemenkes Pasang Starlink
Senin, 8 Desember 2025 | 14:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasang perangkat jaringan internet Starlink pada fasilitas kesehatan, posko darurat, dan pusat koordinasi penanganan krisis untuk memperkuat jaringan komunikasi darurat di tiga provinsi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur telekomunikasi yang dapat menghambat koordinasi logistik, rujukan pasien, dan pelaporan situasi di lapangan.
Mengutip laman resmi Kemenkes, Senin (8/12/2025) ada sembilan unit Starlink telah dipasang di Aceh dengan rincian 3 unit di Aceh Tamiang, 2 unit di Aceh Timur, 1 unit di Kota Langsa, 1 unit di Pidie Jaya dan 1 unit di wilayah Bener Meriah. Kemudian ada 1 unit tambahan ditempatkan di health emergency operation center (HEOC) Provinsi Aceh.
Kemenkes memastikan seluruh perangkat jaringan komunikasi tersebut saat ini telah beroperasi penuh untuk memperlancar layanan kesehatan, pelaporan situasi, dan distribusi bantuan untuk para korban.
Sementara untuk di Sumatera Utara, total 5 unit Starlink telah terpasang. Ada 1 unit di Tapanuli Selatan, 1 unit di Tapanuli Tengah, 1 unit Mandailing Natal dan 1 unit di Langkat. Satu unit lainnya dipasang di HEOC Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung koordinasi tingkat provinsi. Penguatan jaringan ini mempercepat arus informasi, pemetaan kebutuhan, dan proses rujukan medis.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, satu unit Starlink dipasang di Kabupaten Agam sebagai lokasi prioritas terdampak bencana. Perangkat ini memastikan komunikasi antara tim petugas kesehatan, posko lapangan, dan pusat koordinasi tetap berjalan lancar. Sehingga pelaporan dan penyaluran logistik menjadi lebih cepat dan terkoordinasi dengan baik.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan, pemasangan Starlink adalah langkah cepat pemerintah untuk memastikan komunikasi penanganan krisis tetap berjalan meski infrastruktur dasar terdampak bencana.
“Komunikasi adalah kunci dalam setiap respon kedaruratan. Dengan Starlink, kita memastikan koordinasi, pengiriman bantuan, hingga rujukan medis tetap berjalan dengan cepat dan akurat,” ungkap Agus.
Hingga berita ini diturunkan, Kemenkes akan terus memantau kondisi lapangan dan siap menambah perangkat apabila diperlukan untuk mendukung percepatan penanganan bencana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




