ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Berkah Natal, 54 Warga Binaan Lapas Malang Terima Remisi Khusus

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:19 WIB
DF
H
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: HE
Sebanyak 54 warga binaan beragama Nasrani di Lapas Kelas I Malang, Jawa Timur, mendapatkan remisi pada perayaan Natal 2025, Kamis, 25 Desember 2025.
Sebanyak 54 warga binaan beragama Nasrani di Lapas Kelas I Malang, Jawa Timur, mendapatkan remisi pada perayaan Natal 2025, Kamis, 25 Desember 2025. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Malang, Beritasatu.com - Sebanyak 54 warga binaan beragama Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Jawa Timur, mendapatkan kado spesial pada perayaan Natal 2025. Puluhan warga binaan tersebut resmi menerima remisi khusus (RK) sebagai bentuk pengurangan masa pidana yang diserahkan langsung oleh otoritas lapas pada Kamis (25/12/2025).

Besaran remisi yang diterima para warga binaan ini bervariasi tergantung masa pengabdian dan perilaku mereka selama di penjara. Tercatat ada dua orang yang memperoleh pengurangan masa pidana paling banyak yakni dua bulan, sementara tiga orang mendapatkan pengurangan satu bulan 15 hari. Selain itu, 41 orang memperoleh remisi satu bulan, dan delapan orang lainnya menerima remisi selama 15 hari.

Kalapas Malang, Teguh Pamuji menegaskan remisi ini bukan sekadar pemotongan masa tahanan, melainkan bentuk apresiasi negara bagi mereka yang telah disiplin.

ADVERTISEMENT

Pemberian hak ini ditujukan kepada warga binaan yang terbukti menunjukkan perilaku baik serta bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap program pembinaan yang disediakan oleh pihak lapas.

"Remisi ini diharapkan menjadi motivasi dan semangat baru bagi warga binaan, khususnya yang merayakan Natal, untuk terus memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," kata Teguh.

Ia menambahkan, momentum ini diharapkan menjadi dorongan moral agar warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia ingin agar semangat Natal menjadi titik balik bagi para penghuni lapas untuk meninggalkan masa lalu yang kelam dan bersiap menjadi pribadi yang baru.

Lapas Malang terus berupaya agar proses pembinaan tidak hanya terpaku pada aspek hukum semata, melainkan juga menyentuh pembentukan karakter. Dengan begitu, ketika tiba saatnya mereka menghirup udara bebas, mereka sudah memiliki mentalitas yang kuat untuk berkontribusi positif di tengah masyarakat.

"Kami berharap mereka bisa kembali ke masyarakat setelah bebas nanti," pungkas Teguh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon