ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Huntara untuk Korban Bencana Sumatera, Intip Fasilitasnya

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:27 WIB
SF
TE
Penulis: Sesilia Ayu Febriani | Editor: TCE
Hunian sementara (Huntara) siap huni bagi para korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Hunian sementara (Huntara) siap huni bagi para korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera.

Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat yang rumahnya rusak atau tidak dapat dihuni akibat bencana, sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanen.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 15.000 unit huntara korban bencana Sumatera yang dituntaskan dalam waktu tiga bulan.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni mencapai 12.000 unit hunian sementara.

Selain Aceh, pembangunan huntara juga dilakukan di wilayah Sumatera Utara. Sekitar 2.000 unit huntara akan dibangun di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Sementara itu, Sumatera Barat memperoleh alokasi sekitar 500 unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana.

Lokasi dan Ukuran Huntara Korban Bencana Sumatera

Pembangunan huntara korban bencana Sumatera dilakukan di berbagai lokasi yang telah disiapkan sebelumnya. Lahan yang digunakan, antara lain merupakan lahan milik PTPN Group, aset pemerintah daerah, maupun lahan berstatus hak guna usaha (HGU) yang tidak diperpanjang.

Seluruh lahan tersebut telah melalui proses pembersihan dan penyiapan agar dapat segera dibangun. Setiap unit huntara dirancang dengan ukuran kurang lebih 4,5x4,5 meter.

Desain ini disesuaikan agar proses pembangunan dapat dilakukan dengan cepat, tetapi tetap memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama masa tinggal sementara.

Fasilitas Huntara untuk Korban Bencana Sumatera

Setiap unit huntara korban bencana Sumatera dilengkapi dengan sejumlah fasilitas utama untuk menunjang kehidupan sehari-hari penghuninya. Fasilitas tersebut, meliputi kamar tidur, ruang keluarga sederhana, kamar mandi, serta akses listrik dan air bersih.

Meski demikian, setiap unit huntara tidak dilengkapi dengan toilet pribadi. Sebagai gantinya, telah disediakan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) komunal yang dapat digunakan bersama oleh seluruh penghuni huntara.

Selain fasilitas di dalam unit, kawasan huntara juga dilengkapi dengan sarana pendukung lainnya. Di antaranya adalah saluran drainase untuk mencegah genangan air, akses jalan, tempat ibadah, serta ruang bersama yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas sosial warga.

Huntara Bersifat Sementara, Bukan Hunian Permanen

Sesuai dengan fungsinya, huntara korban bencana Sumatera tidak diperuntukkan sebagai tempat tinggal permanen. Hunian ini hanya bersifat sementara dan digunakan selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Keberadaan huntara diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak, sekaligus membantu proses pemulihan sosial dan ekonomi sebelum mereka menempati hunian tetap yang akan dibangun kemudian.

Anggaran Pembangunan Huntara per Unit

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan saat rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Banda Aceh, setiap unit hunian sementara yang disiapkan untuk korban bencana menggunakan tipe 36.

Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan setiap unit huntara diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Suharyanto menyatakan tipe hunian tersebut dinilai paling ideal karena mampu memenuhi kebutuhan dasar korban bencana, sekaligus memungkinkan pembangunan dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Dengan desain yang sederhana tetapi fungsional, proses pembangunan dapat dipercepat tanpa mengurangi aspek kenyamanan. Dalam pelaksanaannya, pembangunan huntara korban bencana Sumatera akan dikerjakan oleh satuan tugas gabungan TNI dan Polri.

Keterlibatan aparat ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan koordinasi berjalan dengan baik di lapangan. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan rumah modular sebagai salah satu alternatif hunian sementara.

Model rumah ini kini semakin banyak dikembangkan oleh sektor swasta dan dikenal memiliki keunggulan dari sisi kecepatan pembangunan. Bahkan, dalam beberapa kasus, rumah modular dapat dirampungkan hanya dalam waktu satu hari.

Dengan percepatan pembangunan huntara ini, pemerintah berharap warga terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan mendukung proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasad Pastikan Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat

Kasad Pastikan Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat

NASIONAL
Wakili Prabowo, Tito Resmikan 1.300 Huntara Korban Bencana Sumatera

Wakili Prabowo, Tito Resmikan 1.300 Huntara Korban Bencana Sumatera

NASIONAL
15.000 Rumah Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Rampung 3 Bulan

15.000 Rumah Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Rampung 3 Bulan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon