ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

15.000 Rumah Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Rampung 3 Bulan

Minggu, 28 Desember 2025 | 18:54 WIB
AF
H
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: HE
Progress pembangunan huntara di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Minggu, 28 Desember 2025.
Progress pembangunan huntara di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Minggu, 28 Desember 2025. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan pembangunan 15.000 unit rumah bagi korban bencana di wilayah Sumatera rampung dalam waktu tiga bulan ke depan. Program ini mencakup penyediaan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Total 15.000 unit ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan resmi di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (28/12/2025).

Target tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara sekretaris kabinet dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu (27/12/2025) malam.

ADVERTISEMENT

Menurut Teddy, BPI Danantara telah memulai pembangunan 15.000 unit rumah yang dikerjakan oleh BUMN. Dari jumlah tersebut, 500 unit pertama ditargetkan selesai dalam waktu dekat dilengkapi dengan sanitasi air bersih, rumah ibadah, listrik, jaringan WiFi, serta fasilitas untuk anak-anak.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memulai pembangunan 4.500 unit hunian sementara yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman turut mengerjakan pembangunan hunian tetap di wilayah terdampak. Pada tahap pertama, sebanyak 2.500 unit telah dibangun di atas lahan pemerintah yang merupakan aset BUMN pada pekan lalu. Selanjutnya, 2.500 unit tahap kedua direncanakan mulai dibangun pada awal pekan depan.

Teddy menegaskan, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap tersebut memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari aspek keamanan hingga aksesibilitas.

Teddy juga berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam mempercepat penyediaan hunian bagi warga terdampak bencana.

“Pemerintah daerah diharapkan juga berperan aktif dalam proses penyediaan lokasi dan perpindahan penghuni hunian tersebut,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon