ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cak Imin Minta Pers Konsisten Berpihak pada Kebenaran

Senin, 9 Februari 2026 | 19:07 WIB
CS
RA
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: RP
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. (Beritasatu.com/Irfandi)

Serang, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyerukan kepada seluruh insan pers agar terus konsisten berpihak pada kebenaran. Seruan itu ia sampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (9/2/2026).

“Kekuatan pers sejatinya bersumber dari daya kritis yang konstruktif. Pers yang menjunjung tinggi kebenaran, keberimbangan, dan tanggung jawab publik,” kata Muhaimin dalam pidatonya. 

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengungkapkan, sebanyak 229.000.000 jiwa atau sekitar 80% penduduk Indonesia saat ini telah terhubung dengan internet, dengan rata-rata waktu penggunaan media sosial mencapai tiga jam per hari.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut, disebut Cak Imin menjadi tantangan besar bagi insan pers, terutama di tengah semakin kaburnya batas antara ruang nyata dan digital, serta semakin tipisnya pemisah antara fakta dan rekayasa informasi. Oleh karena itu, semangat jurnalisme yang menjunjung tinggi verifikasi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas informasi di era teknologi saat ini.

“Hari ini ketika setiap detik miliaran keputusan diambil oleh mesin, algoritma, dan sistem kecerdasan artifisial, arah bangsa baik buruknya demokrasi tetap harus di tangan kualitas media dan pers kita,” ujarnya. 

Ia menekankan, pers berperan krusial sebagai penyuluh peradaban sekaligus penggerak perubahan. Menurutnya, kepentingan bangsa sangat ditentukan oleh cara pers bekerja. Karena itu, ia mengingatkan agar insan pers tidak hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan teknologi, sehingga tidak kehilangan marwah sebagai penjaga kebenaran dan pilar demokrasi.

“Tanpa sentuhan manusia jurnalisme berisiko kehilangan empati, tanpa verifikasi dan etika, ia hanya dapat melahirkan berita-berita halusinasi dan tanpa keberpihakan pada kebenaran ia akan menjauh dari publiknya sendiri. Di sinilah peran krusial pers yang human centered menjadi amatlah sangat penting,” papar Cak Imin.

Cak Imin menegaskan jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma maupun perkembangan kecerdasan artifisial. Menurutnya, teknologi digital seharusnya menjadi alat bantu, bukan justru menggerus nilai-nilai jurnalisme. Kekuatan pers, harus tetap bertumpu pada kebenaran, keberimbangan, dan tanggung jawab publik.

“Rakyat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi rakyat membutuhkan informasi akurat, jujur, dan membawa arah kebaikan,” pungkasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Istana Harap Pers Nasional Maju, Profesional, dan Bertanggung Jawab

Istana Harap Pers Nasional Maju, Profesional, dan Bertanggung Jawab

NASIONAL
Puncak Hari Pers Nasional 2026, Prabowo Apresiasi Dedikasi Pers

Puncak Hari Pers Nasional 2026, Prabowo Apresiasi Dedikasi Pers

NASIONAL
HPN 2026, ICDX: Pers Nasional Kunci Jaga Kepercayaan Publik

HPN 2026, ICDX: Pers Nasional Kunci Jaga Kepercayaan Publik

EKONOMI
HPN 2026 di Banten Meriah meski Tak Dihadiri Presiden Prabowo

HPN 2026 di Banten Meriah meski Tak Dihadiri Presiden Prabowo

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon