Libur Imlek 2026 Dongkrak Arus Penyeberangan Sumatera-Jawa–Bali
Senin, 16 Februari 2026 | 10:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan signifikan arus penyeberangan di lintasan utama Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali selama libur panjang Imlek 2026. Lonjakan mobilitas ini menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan momentum libur untuk bepergian antarwilayah.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, tren tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. “Libur panjang Imlek 2026 kembali menggerakkan mobilitas masyarakat antarwilayah,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/2/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Heru, kenaikan trafik tidak sekadar angka statistik, melainkan gambaran nyata pergerakan masyarakat yang semakin aktif. “Kenaikan itu bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat,” kata dia.
Karena itu, ASDP memastikan kesiapan operasional berjalan optimal guna meminimalkan potensi kepadatan di pelabuhan.
Data kumulatif hingga Sabtu (14/2/2026) menunjukkan arus penyeberangan dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak melonjak signifikan. Total penumpang mencapai 39.593 orang atau naik 36,2% dibandingkan sehari sebelumnya, dengan volume kendaraan sebanyak 10.750 unit atau meningkat 33,9%. Sebaliknya, arus dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni relatif stabil dengan 28.611 penumpang atau turun tipis 1,1% dan 7.561 kendaraan atau turun 1,8%.
“Pola ini menunjukkan arus masyarakat lebih dominan menuju Sumatera pada awal periode libur panjang,” ujar Heru.
Di lintasan Jawa–Bali, peningkatan terjadi di kedua arah. Dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat 21.069 penumpang atau naik 6,8%, dengan 6.361 kendaraan atau meningkat 6,4%. Sementara dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang tercatat 20.638 penumpang atau tumbuh 18,3%, dengan 5.518 kendaraan atau naik 4%.
ASDP mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang masih dipengaruhi puncak musim hujan. “Cuaca memang tidak dapat dikendalikan, namun kesiapsiagaan selalu bisa diperkuat,” kata Heru.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan, perseroan terus memantau informasi cuaca dari BMKG dan berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta pemangku kepentingan. Ia menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga operasional akan disesuaikan dengan kondisi cuaca tanpa mengabaikan keamanan layanan.
Berdasarkan prakiraan BMKG periode 15–18 Februari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada puncak musim hujan akibat penguatan Monsun Asia dan dinamika atmosfer di wilayah selatan Indonesia. Kecepatan angin di Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali diperkirakan berkisar 8–20 knot dengan hembusan sesekali mencapai 20–25 knot. Tinggi gelombang signifikan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,0 meter dan dapat meningkat secara fluktuatif.
Windy menyebut kondisi tersebut menjadi pengingat penting bahwa faktor alam berperan signifikan dalam operasional penyeberangan. Untuk itu, ASDP memberikan fleksibilitas perjalanan melalui kebijakan refund 25% serta layanan reschedule dengan biaya 10% agar pengguna jasa dapat menyesuaikan rencana perjalanan.
“Dengan kesiapan operasional dan layanan yang terus diperkuat, ASDP berkomitmen memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan andal hingga tiba di tujuan,” kata Windy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




