Mendikdasmen: MBG Merupakan Investasi Jangka Panjang
Rabu, 18 Februari 2026 | 03:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengawal mutu pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam peresmian satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan.
Peluncuran SPPG diawali dengan peninjauan dapur SPPG untuk melihat langsung kesiapan operasional dan standar layanan. Peresmian SPPG dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sanjaya, sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan gizi yang aman, terstandar, dan berkelanjutan. Kehadiran SPPG ini diharapkan memperkuat pemenuhan gizi bagi peserta didik serta kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan balita.
Mendikdasmen menegaskan program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang dirancang sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia.
“Program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045, yakni mereka yang hari ini masih berada di bangku PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,” ujar Mendikdasmen pada Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan pemenuhan gizi pada fase penting pertumbuhan merupakan kunci peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus pencegahan stunting.
Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, masa emas usia dini, hingga masa pertumbuhan harus dijaga mutunya. SPPG tidak hanya memastikan anak-anak kenyang, tetapi memastikan asupan gizinya seimbang, aman, dan berdampak bagi tumbuh kembang mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya, menyampaikan MBG merupakan intervensi nyata negara yang dijalankan melalui kerja bersama lintas sektor dan masyarakat.
“Program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi langkah besar untuk mengubah cara pandang bangsa terhadap gizi. Anak-anak hari ini tidak lagi makan asal kenyang, tetapi makan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang disiapkan sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, dalam waktu relatif singkat, MBG telah menjangkau puluhan juta peserta didik dengan dukungan jutaan relawan dan puluhan ribu SPPG di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa kritik dan masukan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.
“Ini adalah kerja bersama. Setiap masukan adalah koreksi agar pelayanan gizi semakin baik, karena yang sedang kita siapkan adalah masa depan bangsa,” tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




