Nuzulul Qur’an Istiqlal Usung Tema Jembatan Harmoni Peradaban
Minggu, 8 Maret 2026 | 05:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Masjid Istiqlal kembali menggelar peringatan Nuzulul Qur’an dengan nuansa kebudayaan dan persaudaraan lintas peradaban. Pada Ramadan 1447 H, peringatan turunnya Al-Qur’an ini mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban”, yang menekankan nilai kasih sayang, keadilan, persaudaraan, dan harmoni sosial dalam masyarakat majemuk.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, dengan puncak acara pada 9 Maret 2026. Acara ini menghadirkan dialog inspiratif, pertunjukan seni budaya, serta peluncuran program wakaf Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dalam keberagaman.
Ketua panitia kegiatan Mas’ud Halimin mengatakan tema yang diangkat mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Menurutnya, Al-Qur’an memiliki nilai universal yang dapat menjadi jembatan dialog antarperadaban.
“Momentum Nuzulul Qur’an tahun ini ingin menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam dan mampu merangkul berbagai latar belakang budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, tetapi kekuatan untuk membangun harmoni peradaban,” ujar Mas’ud Halimin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan, peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini memiliki makna khusus karena berlangsung berdekatan dengan momentum perayaan Imlek 2577 Kongzili. Hal itu menjadi simbol bahwa Islam berkembang secara harmonis di tengah keragaman budaya Nusantara.
“Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan antara masyarakat Muslim Indonesia dan Muslim Tionghoa. Ini menjadi bukti bahwa nilai Al-Qur’an mampu menjadi jembatan yang menyatukan peradaban Nusantara dan Tionghoa dalam semangat persaudaraan,” katanya.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah peluncuran Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Masjid Istiqlal, Kementerian Agama melalui Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Program ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkaya khazanah seni mushaf.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan dialog inspiratif bersama Ustadz Koko Liem yang membahas hubungan Islam dengan harmoni budaya Tionghoa. Pengunjung juga akan disuguhi pertunjukan lukisan pasir oleh seniman Vina Chandrawati yang menggambarkan perjalanan sejarah Islam Tionghoa di Indonesia.
Suasana malam Nuzulul Qur’an akan semakin khidmat dengan lantunan tilawah Al-Qur’an oleh qori internasional H Darwin Hasibuan.
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA yang juga Menteri Agama Republik Indonesia, mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting untuk memperkuat pesan kemanusiaan dalam Al-Qur’an.
“Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Nilai kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan yang dikandungnya menjadi fondasi bagi lahirnya peradaban yang damai dan berkemajuan,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menambahkan Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya memiliki potensi besar menjadikan nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Keragaman budaya Nusantara adalah anugerah. Ketika nilai Al-Qur’an bertemu dengan kearifan budaya lokal, akan lahir peradaban yang inklusif, toleran, dan saling menghargai,” katanya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an bertema “Jembatan Harmoni Peradaban”, Masjid Istiqlal berharap masyarakat dapat merasakan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan dialog antarbudaya yang memperkaya kehidupan bangsa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




