ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo Gelar Ratas untuk Bahas Swasembada Pangan hingga Energi

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:35 WIB
CS
HH
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: HP
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Senin 9 Maret 2026.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Senin 9 Maret 2026. (Instagram/@sekretariat.kabinet)

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan keterangan dari akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Senin malam, rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis pemerintah. Salah satunya terkait program swasembada pangan dan swasembada energi.

"Mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi, serta minyak," tulis keterangan tersebut, dikutip Beritasatu.com.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Situasi internasional yang memanas, terutama akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan pangan dan energi dunia.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Indonesia bahkan disebut telah mencapai swasembada beras yang merupakan komoditas pangan utama masyarakat.

Merujuk data Kementerian Pertanian, cadangan beras nasional saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 324 hari ke depan. Perhitungan tersebut berasal dari jumlah stok sekitar 27,99 juta ton beras.

Jumlah tersebut terdiri dari 3,76 juta ton stok di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), sekitar 12,50 juta ton stok yang berada di masyarakat, serta 11,73 juta ton padi siap panen (standing crop) di berbagai daerah.

Selain beras, pemerintah juga menargetkan dalam waktu dekat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan protein secara mandiri, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tidak hanya sektor pangan, rapat terbatas tersebut juga membahas percepatan program swasembada energi nasional. Presiden Prabowo meminta kementerian dan lembaga terkait mempercepat berbagai program strategis untuk mengurangi ketergantungan impor energi, terutama bahan bakar minyak (BBM).

Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kemandirian energi di tengah fluktuasi harga energi global.

Dalam kesempatan itu, kepala negara juga memastikan ketersediaan bahan pangan, pasokan BBM, hingga LPG dalam kondisi aman menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Rapat terbatas tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintah, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Turut hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Pertahanan Siafrie Sjamsoeddin.

Selain itu, rapat juga diikuti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Politik-Hukum Terkini: Kasus Korupsi KPK hingga Joki Seleksi Akpol

Politik-Hukum Terkini: Kasus Korupsi KPK hingga Joki Seleksi Akpol

NASIONAL
Menteri PU Dapat Arahan Prabowo Bersih-bersih Kementerian

Menteri PU Dapat Arahan Prabowo Bersih-bersih Kementerian

EKONOMI
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

EKONOMI
Pemerintah Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Republik Korea melalui 10 Nota Kesepahaman dengan Nilai Rp 173 T

Pemerintah Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Republik Korea melalui 10 Nota Kesepahaman dengan Nilai Rp 173 T

EKONOMI
Dari Tokyo ke Seoul, Diplomasi Prabowo Raup Komitmen Rp 575 Triliun

Dari Tokyo ke Seoul, Diplomasi Prabowo Raup Komitmen Rp 575 Triliun

EKONOMI
Prabowo Bangga PMI di Korsel Selamatkan Lansia dari Kebakaran

Prabowo Bangga PMI di Korsel Selamatkan Lansia dari Kebakaran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT