Upaya Jasa Marga Hadapi Arus Balik 24 Maret 2026
Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB
Karawang, Beritasatu.com - PT Jasa Marga Trans-Jawa Tol (JTT) memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada Selasa (24/3/2026). Pada hari tersebut, sekitar 120.000 kendaraan diperkirakan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) menuju arah Jakarta.
VP Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlindo mengatakan proyeksi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang masih berlaku pada 25–26 Maret 2026.
“Puncak arus balik kami perkirakan terjadi 24 Maret dengan volume sekitar 120.000 kendaraan di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama). Hal ini juga dipengaruhi kebijakan WFA yang membuat pergerakan kendaraan lebih tersebar,” ujarnya, Sabtu (20/3/2026).
Analisa Pergerakan Arus Balik
Dengan adanya kebijakan WFA, menurut Ria, pola arus balik tahun ini diprediksi lebih landai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian pemudik cenderung menunda perjalanan kembali ke Jakarta, sehingga beban lalu lintas tidak sepenuhnya menumpuk pada satu hari.
"Meski demikian, tanggal 24 Maret 2026 tetap berpotensi menjadi titik krusial karena sebagian besar masyarakat memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan ekstrem di hari-hari terakhir libur," tambah Ria.
Sementara itu, pergerakan arus kendaraan diperkirakan masih tinggi pada 25–27 Maret 2026, terutama dari pemudik yang memanfaatkan fleksibilitas kerja jarak jauh.
Skema Diskon Tarif untuk Urai Kepadatan
Untuk mengurangi penumpukan kendaraan di puncak arus balik, Jasa Marga kembali menerapkan strategi insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30%.
Potongan tarif ini berlaku untuk perjalanan menerus dari GT Kalikangkung, Semarang, menuju GT Cikampek Utama pada 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong distribusi arus balik agar lebih merata dan tidak terpusat pada satu hari saja.
Peran Vital Cikatama
Gerbang Tol Cikampek Utama menjadi titik krusial dalam arus balik karena berfungsi sebagai gerbang pembatas (barrier) utama kendaraan dari arah timur menuju Jakarta.
Seluruh kendaraan dari Tol Trans Jawa akan terkonsentrasi di titik ini sebelum masuk ke wilayah Jabodetabek, sehingga potensi kepadatan sangat tinggi.
Gardu Tambahan hingga Rekayasa Lalin
Mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah skenario.
Salah satunya adalah pengoperasian fungsional GT Cikampek Utama 8 secara situasional. Gerbang ini berada di kilometer 71 dan dilengkapi lima gardu tambahan untuk mempercepat transaksi serta mengurai antrean kendaraan.
Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan bersama kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas jika volume kendaraan melampaui ambang batas.
Rekayasa tahap awal biasanya akan diberlakukan di ruas kilometer 65 hingga kilometer 55, bahkan dapat diperpanjang hingga kilometer 47, tergantung kondisi di lapangan. Skema yang diterapkan dapat berupa contraflow hingga one way nasional jika situasi semakin padat.
Imbauan untuk Pemudik
Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak, memanfaatkan diskon tarif tol, serta menghindari bepergian di waktu puncak.
Pemudik juga diminta memastikan kondisi kendaraan prima dan terus memantau informasi lalu lintas terkini guna menghindari kepadatan ekstrem di jalur utama Trans-Jawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




