Harga Avtur Naik, Menhaj Sempat Galau Soal Biaya Haji 2026
Kamis, 9 April 2026 | 06:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) konsolidasi bertema “Transformasi Penyelenggaraan Haji Inklusif dalam Tantangan Dinamika Geopolitik Global” guna mematangkan persiapan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.
Dalam forum tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengakui sempat mengalami kegelisahan terkait potensi kenaikan biaya haji 2026. Hal ini dipicu oleh usulan penyesuaian harga tiket penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, menyusul kenaikan harga avtur di pasar global.
"Kami sempat agak galau beberapa hari karena permintaan Garuda dan Saudia yang ingin menambah atau merubah harga karena kenaikan harga avtur," ujar Irfan kepada wartawan di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Rabu (8/4/2026).
Kenaikan avtur menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi biaya operasional penerbangan haji. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan adanya tambahan beban biaya bagi jemaah.
Namun, Irfan memastikan situasi tersebut telah terkendali setelah adanya arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas, Presiden menegaskan agar kenaikan biaya operasional tidak dibebankan kepada jemaah haji.
"Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa walaupun ada kenaikan, jangan dibebankan kepada jemaah. Itu yang membuat kami senang, lega, sehingga sekaligus kami sangat terharu bahwa perhatian Presiden Prabowo kepada jemaah haji luar biasa," imbuh Irfan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kemenhaj akan melakukan penghitungan ulang terhadap usulan kenaikan biaya dari maskapai. Pemerintah juga terus memantau fluktuasi harga avtur global serta berkoordinasi dengan Komisi VIII DPR untuk mencari solusi terbaik.
Terkait sumber pendanaan, pemerintah tengah mengkaji berbagai alternatif, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga dukungan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), guna memastikan tidak ada tambahan biaya bagi jemaah.
Selain isu biaya, Irfan juga menyampaikan perkembangan positif terkait kesiapan teknis penyelenggaraan haji. Ia memastikan seluruh visa jemaah haji telah terbit 100%. Kartu Nusuk, yang menjadi syarat wajib selama di Tanah Suci, juga telah tersedia di Indonesia.
"Kartu Nusuk, tadi pagi saya panggil perwakilan Syarikah Haji, mereka menyatakan 100% sudah di Indonesia semua, tinggal membagi kepada jemaah nanti dan diaktifkan di Indonesia," jelasnya.
Sesuai jadwal, jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026. Selanjutnya, pemberangkatan ke Tanah Suci akan dimulai pada 22 April 2026 secara bertahap.
Di akhir keterangannya, Irfan mengimbau para jemaah agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kenaikan biaya. Ia meminta jemaah fokus pada persiapan fisik dan mental agar dapat menjalankan ibadah haji dengan optimal.
Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan seluruh proses haji 2026 berjalan lancar di tengah tantangan dinamika global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




