Prabowo Disebut Presiden Ketiga di Dunia Rayakan May Day Bersama Buruh
Jumat, 1 Mei 2026 | 10:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 bersama ratusan ribu buruh di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Kehadiran kepala negara dimanfaatkan buruh untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban menyebut Prabowo menjadi salah satu kepala negara di dunia yang merayakan May Day bersama buruh.
“Bapak adalah presiden ketiga di seluruh dunia yang merayakan hari buruh bersama buruh, setelah Bolivia dan Venezuela,” ujar Ely.
Dalam orasinya, Ely menyampaikan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah. Salah satunya adalah dorongan agar Indonesia segera meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 188 terkait perlindungan pekerja sektor perikanan.
Tuntutan tersebut sejalan dengan aspirasi buruh dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menilai ratifikasi konvensi ILO penting untuk memperkuat perlindungan pekerja di sektor kelautan dan perikanan.
Selain itu, buruh juga menyoroti perlunya pembaruan regulasi ketenagakerjaan. Isu yang diangkat mencakup sistem kontrak kerja, pengupahan, hingga praktik outsourcing yang dinilai masih merugikan pekerja.
Buruh berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih adil serta memberikan kepastian kerja. Aspirasi tersebut menjadi bagian dari tuntutan luas serikat pekerja dalam peringatan May Day tahun ini.
Isu perlindungan pekerja perempuan turut menjadi perhatian. Buruh mendorong ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi tenaga kerja.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online. Buruh menilai kebijakan yang inklusif diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja.
Dalam orasinya, perwakilan buruh menekankan pentingnya sinergi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha. Mereka berharap pemerintah terus hadir bersama buruh dalam setiap momentum peringatan Hari Buruh.
Orasi ditutup dengan seruan solidaritas. “Hidup buruh! Hidup pemerintah Indonesia! Hidup pengusaha!” seru Ely pada akhir pidato.
Peringatan May Day 2026 di Monas sendiri diperkirakan dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah, menjadikannya salah satu perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




