May Day 2026: Prabowo Janji Bangun Daycare untuk Anak Buruh
Jumat, 1 Mei 2026 | 11:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan merealisasikan pembangunan fasilitas penitipan anak atau daycare bagi anak-anak buruh. Kebijakan ini menjadi salah satu respons pemerintah terhadap aspirasi yang disampaikan kaum pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026).
"Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak atau daycare. Ini saran yang baik, ini akan kita perjuangkan," kata Prabowo di hadapan ribuan massa.
Sang kepala negara menilai usulan penyediaan daycare sangat relevan dengan kebutuhan pekerja saat ini. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memperjuangkan dan merealisasikan program tersebut dalam waktu dekat.
"(Daycare) ini akan kita laksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegasnya.
Selain fasilitas penitipan anak, Prabowo juga menyoroti kebutuhan mendesak buruh terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Ia mengungkapkan, pada tahun pertama pemerintahannya, sebanyak sekitar 350.000 unit rumah telah dibangun.
Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan minimal 1 juta unit rumah. Hunian tersebut rencananya dikembangkan dalam klaster yang berdekatan dengan kawasan industri guna mempermudah akses pekerja menuju tempat kerja.
"Sasaran kita adalah minimal 1 juta unit rumah. Kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah," tuturnya.
Lebih lanjut, presiden memaparkan rencana pembangunan kota-kota baru yang masing-masing dapat menampung sekitar 100.000 unit rumah, termasuk rumah susun. Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari sekolah, sarana olahraga, daycare, hingga rumah sakit.
Ia menegaskan, ketersediaan transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau juga menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Pemerintah mempertimbangkan moda transportasi seperti kereta api ringan maupun bus untuk menunjang mobilitas pekerja.
"Yang paling penting harus ada transportasi, entah kereta api ringan atau bus supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik. Saudara-saudara kita akan coba bahwa nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transportasi dengan harga yang sangat ringan," pungkas Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




