Pemerintah Belum Punya Rutan High Risk Security
Jumat, 11 Mei 2018 | 17:17 WIB
Jakarta - Indoesia belum memiliki rumah tahanan (rutan) dengan high risk standard untuk menampung para tahanan terduga teroris. Hal ini menyebabkan lemahnya pengamanan di dalam rutan tersebut.
Untuk diketahui rutan Mako Brimob yang dihuni napi dan terduga teroris tidak memiliki high risk security standard sehingga sulit diantisipasi timbulnya kerusuhan pada Rabu lalu.
Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Sri Puguh Budi Utami mengatakan, pemerintah belum membangun rutan khusus dengan tingkat pengamanan yang sama dengan lapas high risk.
"Kita belum punya itu. Kalau pemerintah punya anggaran cukup bisa dibangun rutan dengan high risk standard untuk menampung mereka yang termasuk high risk (terduga teroris)," ujar Sri melalui sambungan telepon dengan presenter BeritaSatu News Channel, di Jakarta, Jumat (11/5).
Sri mengakui bahwa untuk pengamanan rutan terduga teroris pihaknya dibantu oleh banyak pihak seperti TNI, Densus 88, dan BNPT.
"Jadi kami bekerja tidak sendiri tetapi dibantu oleh banyak pihak," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




